Pages

Subscribe:
Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan

Anak Batuk, Perlukah Obat?

Orangtua sebaiknya berhati-hati dalam memberikan obat batuk, khususnya pada balita. Apabila batuk dirasakan tidak terlalu menganggu dan berbahaya, anak sebaiknya cukup diberikan air putih atau ASI saja (usia di bawah 6 bulan).

Ada beberapa jenis obat batuk yang tersedia dipasaran, seperti ekspektoran dan antitusif.  Menurut dokter spesialis anak di Rumah Sakit Ibu dan Anak Hermina dr. Herbowo Soetomenggolo, untuk anak di bawah usia 6 tahun, penggunaan obat batuk antitusif tidak dianjurkan karena justru dapat memicu masalah yang lebih serius seperti pneumonia.

"Batuk adalah suatu mekanisme tubuh untuk mengeluarkan lendir dan kuman. Jadi bagaimana anak bisa mengeluarkan lendir atau kuman kalau diberikan antitusif," kata Herbowo saat acara temu media di Jakarta.

Antitusif adalah senyawa yang bekerja dengan menekan pusat batuk. Obat-obat antitusif ini menghentikan rangsangan batuk, menurunkan frekuensi dan intensitas dorongan batuk karena refleks batuk ditekan atau dihambat.

Herbowo menerangkan, pemberian antitusif akan membuat lendir dan kuman menetap di dalam paru-paru sehingga akan berkembang biak. Masa inkubasi (dari kuman masuk sampai menimbulkan penyakit) biasanya berlangsung selama 3-7 hari. Tapi, bila yang masuk adalah kuman pneumonia yang ganas, hanya dalam waktu satu hari bisa langsung menimbulkan gejala sesak dan kematian.

"Makanya pada anak yang sedang batuk obat ini sangat tidak dianjurkan. Kalau anak masih di bawah 6 bulan minum beri saja ASI. Karena ASI dan air putih adalah pengencer dahak yang paling baik," katanya.

Herbowo menganjurkan, kalau memang batuk pada anak terlihat sangat mengganggu dan butuh obat, sebaiknya berikan obat batuk pencencer dahak (ekspektoran) dan obat yang bisa membantu mengeluarkan dahak. Penggunaan obat batuk pada anak adalah pilihan terakhir. Bilamana anak mengalami batuk yang disebabkan oleh flu biasa, maka tanpa diberikan obat gejala batuk-batuk ini akan hilang dengan sendirinya.
"Bilamana batuk-batuk berlangsung lebih dari dua minggu, sebaiknya bawa ke dokter untuk mencari penyebabnya, sehingga obat yang diberikan tepat guna dan sasaran," tutupnya.

Bahaya di Balik Obat Tidur

Obat tidur seringkali menjadi andalan para penderita insomnia. Namun berhati-hatilah dalam mengonsumsi obat tidur. Penyalahgunaan obat ini bisa membuat Anda tertidur selamanya.

Para peneliti dari sebuah klinik tidur di California mengungkapkan, orang-orang yang mendapatkan resep obat tidur beresiko lima kali lebih tinggi mengalami kematian dibandingkan dengan yang bukan peminum obat tidur.

Penelitian tersebut dilakukan terhadap 10.529 orang yang mendapat resep obat tidur dan 23.600 orang yang tidak. Kedua kelompok responden memiliki rentang usia, status kesehatan, serta status ekonomi yang sama.

Dalam membandingkan kedua kelompok tersebut, para peneliti mengungkapkan bahwa seseorang yang minum 18 pil tidur dalam setahun, risikonya mengalami kematian 3,6 kali lebih tinggi dibanding yang tidak mengonsumsi obat tidur sama sekali. Sementara itu, yang mengonsumsi obat tidur antara 18-132 pil dalam setahun risikonya naik menjadi lima kali lipat.

Memang penelitian tersebut belum sempurna karena menghubungkan antara obat tidur dengan tingginya kematian tidak berarti obat tidur sebagai faktor penyebab tunggal. Tetapi tidak ada salahnya Anda lebih berhati-hati terhadap dosis obat tidur yang dikonsumsi. Terlebih lagi hasil analisa yang dilakukan peneliti dari Kanada tahun 2010 memberikan hasil serupa.

Sunat Perkecil Risiko Infeksi pada Anak

Hasil riset terbaru para ahli kembali menegaskan ancaman risiko infeksi saluran kemih pada anak laki-laki yang tidak disunat dibandingkan anak yang sudah disunat. Temuan ini dipulikasikan pada 9 Juli 2012 dalam journal CMAJ.

Dalam pengamatannya, peneliti mengkaji hampir 400 anak laki-laki berusia 3 tahun atau lebih muda yang pergi ke rumah sakit dengan gejala infeksi saluran kemih. Hasil penelitian menunjukkan, sekitar 25 persen anak laki-laki yang tidak disunat mengalami infeksi saluran kemih. Sementara itu, hanya 5 persen saja anak yang telah disunat yang menderita infeksi saluran kemih.

Temuan ini sekaligus mempertegas penelitian sebelumnya yang menunjukkan peningkatan risiko infeksi saluran kemih pada anak laki-laki yang tidak disunat.

Dalam studi baru, para peneliti berhipotesa bahwa beberapa anak laki-laki tidak disunat memiliki risiko tinggi infeksi daripada yang lain, tergantung pada variasi normal dari anatomi pria.

Anak laki-laki yang tidak disunat dengan lubang uretra yang tidak terlihat atau terlihat sebagian mempunyai risiko lebih tinggi terpapar infeksi saluran kemih ketimbang anak laki-laki yang tidak disunat tetapi memiliki bukaan uretra. Secara umum, anak laki-laki yang disunat lebih memiliki bukaan uretra ketimbang anak laki-laki yang tidak disunat.

D temuan ini peneliti menyimpulkan bahwa anak laki-laki yang tidak disunat punya risiko tinggi mengalami infeksi saluran kemih ketimbang anak laki-laki yang sudah disunat, terlepas dari apakah pembukaan uretra terlihat atau tidak.

Para ahli menganjurkan supaya tenaga kesehatan mempertimbangkan status sunat pada anak laki-laki. Anak laki-laki yang tidak disunat dianggap memiliki risiko tinggi infeksi saluran kemih karena mereka memiliki tingkat yang lebih tinggi dari pertumbuhan bakteri di bawah kulup.

Riset ini dilakukan oleh para peneliti di Montreal Children Hospital, Kanada.

Percaya Dan Yakin Kehamilan Akan Datang

“Kenapa ya kok ga hamil-hamil juga… usia saya sudah 35, suami saya malah sudah 40an, nikah sudah lebih dari 7 tahun. Bayangkan, saya sudah berobat ke mana-mana, semua bahkan sudah pernah dicoba,ya diurut, ditotok, tusuk jarum belum lagi harus minum obat yang pahit dan bau.Ke Dokter pun sudah berkali-kali, dari tiup rahim, suntik hormon, HSG, periksa dalam…wah pokoknya sudah capek deh. Suami saya tidak mau di cek spermanya, alasannya: Sperma saya pasti bagus deh, ga usah diperiksa, kamu saja yang berobat. Mau bilang apa lagi? Saya jadi malas dan mau menyerah saja. Stress rasanya setiap bulan harus menghadapi datang bulan, kalau telat dikit langsung saya kira saya hamil :( sedih banget!”

Demikian curahan hati seorang ibu kepada temannya. Apakah ini yang sekarang ini sedang dialami? Sebenarnya ibu tidak sendiri. Kalau kita baca di forum infoibuhamil tentang : Ingin Hamil, banyak ibu-ibu yang curhat dan minta pendapat/saran agar bisa segera hamil. Mulai dari masalah keputihan, kena virus TORCH, sperma suami kurang bagus sampai kegemukan.

Untuk menjawab pertanyaan, kegelisahan dan masalah yang sedang dialami agar cepat hamil, infoibuhamil.com meluncurkan ebook berjudul Info Mau Cepat Hamil yang berisikan informasi-informasi, solusi, rekomendasi, referensi dan pengetahuan tentang faktor-faktor yang bisa menjadi kendala untuk hamil dan lainnya. Harapannya agar ibu dan suami lebih memahami tentang masalah yang dihadapi dan mencari jalan keluar bersama agar bisa mewujudkan keinginan untuk segera hamil.

Tetap berjuang, berusaha, berdoa, bersyukur dan semangat!

Percaya dan yakin kehamilan akan datang, ini telah dibuktikan oleh pasangan-pasangan yang telah menunggu 5-10 tahun untuk memiliki anak. Semoga ibu juga tertular akan semangatnya.

“It’s faith in something and enthusiasm for something that makes a life worth living.”- Oliver Wendell Holmes

Penggunaan Inhaler Berisiko Kematian

Sebagian besar penderita asma pasti sudah tidak asing lagi dengan inhaler atau obat hirup. Inhaler adalah alat kesehatan (medical device) yang digunakan untuk mengantarkan obat ke dalam tubuh melalui paru-paru.

Namun penelitian terbaru dari British Medical Journal menunjukan, penggunaan inhaler dengan kandungan tiotropium bromida dapat meningkatkan risiko kematian pada penderita bronkitis atau emfisema. Hasil penelitian juga menyebutkan, mereka yang menggunakan inhaler tiotropium, sebanyak 52 persennya berisiko meninggal dibandingkan mereka yang menggunakan plasebo.

“Apa yang kita pikirkan adalah bahwa inhaler memberikan konsentrasi lebih tinggi tiotropium daripada seharusnya. Dan ini dapat meningkatkan risiko kematian,” kata Dr. Sonal Singh, Johns Hopkins University School of Medicine.

Menurut Singh, di Amerika Serikat dan tempat lain, obat ini tersedia dalam bentuk serbuk dan dijual dengan nama merek Spiriva. Obat ini biasanya digunakan untuk mengobati penyakit kronis obstruktif paru. Namun di 55 negara lainnya, obat tiotropium dipasarkan dalam bentu inhaler.

Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) belum memberikan persetujuan akan peredaran inhaler tiotropium tersebut, namun sebagian besar pasien jusru telah menggunakannya.

Sigh menambahkan, penggunaan inhaler akan lebih berbahaya bila digunakan oleh orang yang menderita penyakit kardiovaskuler. Pasalnya, tiotropium termasuk dalam kelompok obat antikolinergik, yang dapat meningkatkan risiko gangguan irama jantung (aritmia), terutama bagi mereka yang mempunyai riwayat serangan jantung.

"Saya sangat khawatir dengan penggunaan inhaler. Mereka tidak sepenuhnya mendapatkan informasi tentang risiko yang bisa ditimbulkan dari penggunaan benda itu,” lanjut Singh.

Berdasarkan studi terbaru yang melibatkan 6.500 orang. Hasil penelitian menunjukkan, setidaknya ada satu kematian setiap tahunnya, dari 124 pasien yang telah diobati menggunakan inhaler tiotropium.

Penyakit kronis obstruktif paru sejauh ini menempati peringkat keempat, sebagai penyebab kematian di seluruh dunia, termasuk emfisema paru-paru, bronkitis, yang umumnya disebabkan oleh kebiasaan merokok. Selama ini, penggunaan Tiotropium secara rutin diberikan kepada pasien penyakit kronis obstruktif paru dengan gejala seperti sesak napas.

Menurut peneliti, sesak napas yang disebabkan oleh penyakit kronis obstruktif paru dapat diterapi menggunakan bronkodilator. Penggunaan bronkodilator disinyalir dapat mengurangi risiko penyakit paru-paru kronis dan jauh lebih aman.

Lebih lanjut Singh mengatakan, seharusnya pasien paru kronis melakukan konsultasi dengan dokter mereka, mengenai obat apa yang sebaiknya aman untuk digunakan.

Kanker Prostat dan Merokok, Kombinasi Mematikan

Perokok yang didiagnosa menderita kanker prostat akan menghadapi tumor yang lebih ganas dan risiko kematian akibat penyakit itu dibandingkan dengan pria bukan perokok.

Kesimpulan riset yang dilakukan tim dari Harvard School of Public Health and University of California itu menemukan, risiko kematian akibat kanker prostat pada pria perokok mencapai 61 persen. Demikian juga risiko untuk terjadinya kekambuhan penyakit setelah melakukan terapi.

Di antara perokok dan bukan perokok yang kankernya belum menyebar ketika didiagnosa, atau dalam bahasa medis disebut kanker non-metastatik, risiko kematian yang dihadapi perokok mencapai 80 persen.

Meski demikian, perokok yang sudah berhenti selama 10 tahun atau lebih ketika didiagnosa kanker prostat memiliki peluang yang sama dengan pria bukan perokok, baik dalam kekambuhan maupun risiko kematian.

"Data riset ini melegakan karena hanya sedikit yang kita ketahui untuk mengurangi risiko kematian akibat kanker prostat. Ini juga bisa jadi alasan untuk tidak merokok," kata Edward Giovannucci, profesor nutrisi dan epidemiologi dari Harvard.

Penelitian tersebut mengkaji data kesehatan dari 5.366 pria yang didiagnosa kanker prostat antara tahun 1986 dan 2006. Pada periode tersebut, 1.630 meninggal, 524 (32 persen) karena kanker prostat dan 416 (26 persen) karena penyakit jantung.

Kanker prostat merupakan jenis kanker yang paling banyak diderita pria di Amerika dan mengenai 1 dari 6 pria dalam hidupnya.

Viagra Picu Gangguan Pendengaran?

Penggunaan viagra dan obat-obat impotensi sejenisnya ternyata berisiko menimbulkan efek samping terhadap kesehatan pendengaran. Laporan terbaru di Inggris menyebutkan, obat kejantanan ini berkaitan dengan ratusan kasus hilangnya pendengaran di kalangan Kaum Adam.

Alhasil, para ahli medis pun mulai memberi peringatan kalau obat impotensi ini berpotensi mengganggu organ pendengaran. Peneliti dari Rumah Sakit Charing Cross London, RS Stoke Mandeville Buckinghamshire dan Rumah Sakit Royal Marsden di London melaporkan adanya kasus gangguan pendengaran yang dikaitkan dengan konsumsi viagra. Mereka mengusulkan agar temuan ini ditindaklanjuti oleh badan pengawas resmi di beberapa benua.

Seperti yang dilaporkan dalam jurnal The Laryngoscope, sejumlah pengguna Viagra di beberapa benua yakni Eropa, Amerika, Asia Timur dan Australia melaporkan bahwa mereka kehilangan pendengaran setelah menggunakan pil tersebut.

Tercatat 47 pria yang diduga mengalami gangguan pendengaran sensorineural (sudden sensorineural hearing loss/SSHL) yang berkaitan dengan Viagra dan obat sejenisnya yakni Cialis dan Levitra. SSHL merupakan sejenis gangguan pendengaran pada bagian dalam struktur salah satu atau kedua telinga yang dapat mengakibatkan hilangnya pendengaran secara permanen.

Di Inggris, tercatat ada 8 pengguna mengalami keluhan yang sama. Sementara itu di Amerika, ada 223 kasus meski kemudian dianggap tidak valid karena datanya tidak detil.

Hingga kini, para ahli belum mengetahui secara pasti apa yang menyebabkan Viagra dapat memengaruhi pendengaran seseorang. Diduga hal itu ada kaitannya dengan reaksi kimia berantai yang memicu ketukan pada telinga bagian dalam.

Riset itu melaporkan bahwa rata-rata pria yang terkena efek samping Viagra adalah mereka yang berusia 57 tahun, meski ada dua pria lainnya yang baru berusia 37.

Salah seorang juru bicara dalam laporan riset itu menegaskan bahwa laporan mengenai reaksi yang timbul akibat obat-obat ini tidak serta-merta membuktikan bahwa hal itu diakibatkan oleh penggunaan obat.

Mengenali Penyebab Osteoporosis

Seiring bertambahnya usia, kerapuhan pada tulang dapat dialami oleh setiap orang. Banyak faktor yang menyebabkan osteoporosis, mulai dari faktor usia hingga makanan. Penyebab osteoporosis sendiri dibagi dalam dua kelompok, yaitu faktor primer yang tidak dapat diubah dan faktor sekunder yang bisa diubah dalam rentang waktu tertentu.

Yang tergolong sebagai faktor yang tidak bisa diubah seperti faktor usia, keturunan, jenis kelamin, ras, bentuk tubuh dan menopause. Ras juga menjadi faktor utama, di mana ras kulit putih atau keturunan Asia memiliki risiko terbesar karena konsumsi kalsium mereka tergolong rendah.

Sedangkan faktor yang masih bisa diubah dan menjadi faktor sekunder pemicu kerapuhan tulang diantaranya makanan tidak sehat, kurang olahraga, rokok, alkohol, berat badan yang tidak seimbang. Obat-obat rematik, asma dan jantung juga bisa mempengaruhi kekuatan tulang dan menyebabkan osteoporosis.

Salah satu solusi pencegahan yang mutlak dilakukan adalah dengan menerapkan gaya hidup sehat, yaitu dengan mengonsumsi makanan bebas kolesterol dan memenuhi kebutuhan nutrisi dengan unsur kaya serat, kaya kalsium dan rendah lemak. Konsumsi kalsium dan vitamin D juga dapat memperkuat tulang dan mencegah osteoporosis.

Asupan kalsium oleh masyarakat Indonesia secara umum dinilai masih tergolong rendah. Konsumsi kalsium orang dewasa di negeri ini diketahui baru sekitar rata-rata 254 mg per hari, jauh di bawah standar internasional sebesar 1.000-.1200 mg per hari.

Selain soal konsumsi makanan, kurangnya olahraga juga menjadi penyebab kerapuhan tulang khususnya di kalangan wanita. Pasalnya, proses pembentukan massa tulang dapat terhambat bila seseorang malas bergerak atau berolahraga, dan kepadatan massa tulang juga akan berkurang. Semakin banyak gerak dan olahraga maka otot akan memacu tulang untuk membentuk massa.

Rokok juga dapat meningkatkan risiko penyakit osteoporosis karena zat nikotin di dalamnya mempercepat penyerapan tulang. Selain penyerapan tulang, nikotin juga membuat kadar dan aktivitas hormon estrogen dalam tubuh berkurang sehingga susunan-susunan sel tulang tidak kuat dalam menghadapi proses pelapukan.

Harus segera diobati

Bila pada kenyataannya penyakit ini sudah menyerang pada tahap dini, penderita harus mulai menjalani pengobatan dengan berkonsultasi dan memeriksakan diri ke dokter untuk mendapatkan pengobatan yang efektif, aman dan nyaman. Penyakit ini tidak bisa diatasi dengan hanya mengonsumsi nutrisi dan vitamin, karena asupan gizi hanya berperan sebagai perisai dan penguat bagi tulang.

Bedah Kapsulotomi Atasi Kecanduan Narkoba

KEMAJUAN di bidang ilmu bedah saraf otak ternyata sudah sedemikian pesatnya dan memberi manfaat besar bagi penyembuhan penyakit kejiwaan. Teknologi bedah saraf otak kini tak hanya dapat mengatasi penyakit-penyakit akibat ketidakseimbangan cairan otak seperti skizofrenia atau depresi, tetapi bahkan mampu menyembuhkan pasein dengan kecanduan narkoba.

Ya, harapan baru bagi pengobatan pasien pecandu obat-obat terlarang kini muncul berkat dikembangkannya teknik bedah saraf yang disebut kapsulotomi. Teknik bedah ini mulai diperkenalkan di Indonesia oleh Profesor Bomin Sun M.D. Associate Professor of Neurosurgery dan Direktur Bedah Saraf Shanghai Jiatong University Rui Jin Hospital China.

Prof Bomin Sun bersama ahli bedah saraf Dr. Alfred Sutrisno, SpBS, melakukan bedah kapsulotomi untuk pertamakalinya pada seorang pasien asal Indonesia di Rumah Sakit Internasional Omni, Serpong, Tangerang, Jumat (22/8) lalu.

Tim yang terdiri dari dokter, psikiater dan ahli neurofisiologi, mengoperasi seorang pasien muda yang mengalami skizofrenia yakni gangguan kejiwaan yang ditandai dengan halusinasi, agitasi dan paranoid. Operasi dilakukan dalam keadaan pasien sadar (awake surgery) itu berlangsung sukses selama kurang lebih 2,5 jam.

"Menurut hemat kami, tindakan operasi dengan teknik dan alat yang dipakai adalah yang pertamakalinya dilakukan (di Indonesia). Operasi ini juga disebut dengan functional surgery, di mana operasi tidak dapat hanya digunakan menterapi pasien-pasein dengan skizofrenia, tetapi juga dapat mengatasi depresi, obsesif kompulsif, distonia, anoreksia, bahkan masalah kecanduan narkoba," ungkap Dr Alfred dalam jumpa pers pasca-operasi.

Alfred menerangkan, operasi kapsulotomi secara sedarhana dapat digambarkan sebagai tindakan untuk mematikan salah satu sirkut pada area putih (white matter) otak yang disebut capsula interna. Dengan menonaktifkan salah satu sirkuit ini, capsula interna ini tidak akan lagi menghantarkan impuls-impuls negatif sehingga keseimbangan neurotransmitter (cairan kimia otak) pasien diharapkan kembali tercipta.

Sebelum dilakukan operasi, pasien terlebih dulu menjalani scan MRI tiga dimensi pada bagian kepala. Ini sangat penting untuk menentukan secara akurat titik atau lokasi pada capsula interna yang akan menjadi target tindakan. Dibantu komputerisasi dan alat navigasi yang sangat canggih disebut frame stereotactic, dokter lalu akan mendapatkan arah, kedalaman serta sudut yang tepat selama menjalani tindakan.

Untuk mematikan sirkuit yang menjadi sasaran, tim dokter menggunakan teknik ablatif menggunakan suatu alat khusus yang akan membakar dengan menggunakan radio frekuensi dan voltase tertentu. "Area yang menghantarkan gangguan dibakar supaya tidak lagi menghantarkan impuls-impuls negatif pada daerah tersebut," ungkapnya

Dalam prosedur operasi ini tengkorak kepala pasien harus dibor dan dilubangi. Namun begitu pasien harus tetap dalam kondisi sadar mengingat adanya ancaman dan risiko menimbukan kelumpuhan. "Teknik ini dilakukan dekat sekali dengan pusat motorik atau gerak pada otak, sehingga selama operasi pasien terus dipantau dan ditanya apakah dapat menggerakkan bagian tubuhnya seperti kaki atau tangan," tambahnya.

Menyoal tingkat kesembuhan pasien pascaoperasi, Profesor Bomin Sun meyakinkan bahwa operasi ini memiliki tingkat keberhasilan yang mencapai hingga 80-90 persen. Sedangkan tingkat kegagalannya kurang dari tiga persen, dan kemungkinan pasien mengalami kekambuhan pascaoperasi kurang dari lima persen.

Di tempat praktiknya di Shanghai Cina, Profesor Bomin Sun menyatakan ada sekitar 600 tindakan operasi kapsulotomi dilakukan setiap tahunnya dengan rentang usia pasien antara 6 antara 67 tahun. Khusus kasus narkoba, dalam kurun waktu empat tahun terakhir Prof Bomin Sun mengaku telah menangani 10 kasus, dan seluruh pasiennya kini dapat menjalani hidup secara normal pascaoperasi.

Sementara Dr Andri, SpKJ, psikiater dari Rumah Sakit Omni Internasional menyatakan pasien haruslah memenuhi syarat dan diagnosa tertentu untuk dapat menjalani operasi ini. Untuk skizofrenia misalnya, pasien yang menjadi sasaran operasi ini adalah mereka yang sudah parah dengan gejala perilaku agresif dan kekerasan terhadap lingkungan. Operasi ini tidak bisa dilakukan untuk pasien Alzheimer.

"Mereka yang mengidap skizofrenia mengalami gangguan keseimbangan dalam otaknya. Biasanya pasien diberikan obat untuk mengatasinya, namun ada beberapa kasus yang sulit atau tidak mempan dengan obat. Dengan operasi ini, kita berupaya menyeimbangkannya kembali. Teknik operasi ini berbeda dengan operasi lobotomi yang lebih dulu dikenal untuk mengatasi skizofrenia. Kalau yang dulu, operasi hanya untuk menekan agresivitas, tetapi pasien lalu menjadi diam. Tetapi operasi ini dapat mengembalikan fungsi hingga 80-90 persen ," terangnya.

Gangguan Tidur Bisa Mematikan

MENDERITA gangguan tidur efeknya ternyata bisa lebih mengerikan dari pada sekedar kacaunya istirahat Anda pada malam hari. Suatu riset terbaru menunjukkan, seseorang yang mengalami gangguan saat tidur atau sleep apnea berisiko hingga tiga kali lipat meninggal secara prematur, dan risiko ini akan meningkat apabila gangguan tidur dibiarkan tanpa penanganan serius.

Sleep apnea adalah sejenis gangguan tidur yang kerap ditemukan terutama di kalangan pria dengan postur gemuk dan berusia di atas 40 tahun. Gangguan disebabkan karena seseorang menjadi sering terjaga dari tidurnya karena pernafasannya terhenti dan seringkali diikuti dengan kebiasaan mendengkur.

Dalam riset yang dipublikasikan jurnal Sleep, peneliti menyimpulkan bahwa risiko mengalami kematian dini tercatat 3,2 kali lipat lebih tinggi di antara penderita sleep apnea parah. Kesimpulan ini diperoleh setelah peneliti memantau lebih dari 1.500 orang pria dan wanita berusia 30 hingga 60 tahun. Partisipan ini dipantau selama 18 tahun dan diperiksa sejak penelitian dimulai apakah mereka mengalami gejala sleep apnea.

Selama pemantauan, tercatat 80 orang meninggal dunia. Dari jumlah tersebut, sekitar 19 persen di antaranya adalah mereka yang menderita sleep apnea tingkat parah. Sedangkan persentase mereka yang meninggal tanpa mengalami sleep apnea hanya 4% saja.

Para ahli menemukan risiko kematian secara prematur meningkat ketika gangguan tidur atau sleep apnea semakin parah. Hasil temuan ini, kata mereka, mengindikasikan pentingnya dilakukan perlindungan dari risiko kematian melalui pengobatan yang tepat untuk mengatasi sleep apnea, seperti penggunaan alat bantu (CPAP/continuous positive airway pressure) untuk menjaga aliran udara selama tidur tetap lancar dan mencegah terhentinya pernafasan.

Ketika para partisipan yang secara teratur menggunakan CPAP untuk mengatasi sleep apnea tidak lagi dilibatkan dalam analisis studi, risiko kematian dapat meningkat hingga 3,8 kali lipat di antara mereka yang membiarkan sleep apnea tidak tertangani.

Peneliti mencatat, hubungan antara sleep apnea dan kematian akibat serangan jantung begitu kuat. Sekitar 42 persen kematian pada partisipan penderita sleep apnea parah diakibatkan serangan jantung, dan risiko kematian akibat sakit jantung tercatat lima kali lebih tinggi di antara mereka yang gangguan sleep apnea dibiarkan ketimbang partisipan yang tidak mengalami sleep apnea.

Gemuk Bisa Disebabkan Kelainan Gen

BILA Anda mengira bahwa orang gemuk lebih banyak makan hanya karena rakus, maka Anda salah. Sebuah penelitian mengungkapkan, badan para pengidap obesitas ternyata secara genetik telah "terprogram" untuk meminta lebih banyak asupan kalori.

Para peneliti di Universitas Aberdeen dan Rowett Research Institute baru-baru ini melaporkan hasil riset yang menemukan bahwa sebagian orang mengalami kelainan atau penyimpangan gen terkait risiko kegemukan.

Mereka yang membawa varian gen ini dapat mengonsumsi lebih banyak dibanding yang miliki DNA normal. Bagi para peneliti, penemuan ini diharapkan membuka jalan bagi kemungkinan terciptanya obat-obatan mengatasi problem kegemukan. Temuan ini juga tentu akan membuat peneliti lebih mudah menjawab misteri mengapa beberapa tidak mampu berdisiplin menjalani program diet ketimbang yang lain.

"Data kami dengan jelas menunjukkan bahwa orang dengan varian gen FTO memiliki kemungkinan lebih gemuk karena dipicu untuk selalu mengonsumsi lebih banyak makanan," ungkap direktur Institute of Biological and Environmental Sciences, Universitas Aberdeen, John Speakman seperti dikutip The Daily Mail.

"Karena konsumsi mungkin dikendalikan atau diakibatkan gen mereka, boleh jadi jauh lebih sulit bagi beberapa orang untuk mengendalikan asupan daripada orang yang tak memiliki resiko penyimpangan gen pengendali asupan makanan. Konsumsi makanan yang lebih banyak bukan berarti bahwa orang itu rakus," tambahnya.

Para peneliti mengambil kesimpulan itu setelah melakukan riset terhadap 150 partisipan pria dan wanita berusia 21-60 tahun di Timur Laut Skotlandia. Mereka mengawasi makanan yang dikonsumsi partisipan selama tujuh hari kemudian mengambil sampel darah serta memperhitungkan indikator lain seperti aktivitas fisik dan jumlah energi yang dibakar ketika beristrirahat.

Hasil penelitan yang juga dilaporkan dalam Journal Obesity itu menunjukkan bahwa orang dengan gen menyimpang mengonsumsi antara 120 hingga 290 kalori lebih banyak setiap harinya ketimbang mereka yang tak memiliki resiko penyimpangan.

Rokok Mempengaruhi Kontrasepsi Hormonal?

Saya seorang ibu rumah tangga, saya ingin bertanya mengapa wanita usia kurang dari 35 tahun dan merokok perlu berhati-hati dalam memakai kontrasepsi hormonal? Apakah hal tersebut merupakan salah satu kontraindikasi dalam pemakaian kontrasepsi hormonal? Putri, 37 tahun

Jawab:
Kontrasepsi hormonal adalah hormon yang ditambahkan ke dalam tubuh seorang wanita dengan cara diminum (pil), disuntikkan (KB suntik) ataupun dimasukkan ke dalam tubuh berupa susuk. Hormon tersebut dapat berupa estrogen, progesteron ataupun gabungan keduanya. Dengan adanya tambahan hormon tersebut, maka ada berbagai efek yang memang diharapkan terjadi, yang pertama adalah indung telur tidak akan mencapai tingkat kematangan yang diharapkan, sehingga ovulasi tidak akan terjadi, yang kedua kondisi rahim dibuat agar tidak dapat menerima calon janin, sehingga tidak dapat terjadi kehamilan.

Oleh karena pemberian hormon ini berpengaruh ke seluruh sistem di dalam tubuh kita, maka selain efek yang memang diharapkan terjadi, seringkali timbul efek samping lain, misalnya peningkatan berat badan, sakit kepala, keluar flek-flek dan sebagainya. Hal ini karena salah satu fungsi dari hormon-hormon ini adalah mempengaruhi metabolisme lemak di dalam tubuh dan juga mempengaruhi kerja sistem kardiovaskular yang mencakup jantung dan pembuluh darah. Sehingga wanita yang sudah menderita beberapa penyakit seperti penyakit jantung koroner, kencing manis, kadar kolesterol tinggi ataupun darah tinggi tidak dianjurkan menggunakan kontrasepsi hormonal karena dapat memperparah penyakit yang sudah ada.

Sebagaimana kita ketahui bersama rokok juga memiliki pengaruh yang cukup besar dalam sistem jantung dan pembuluh darah. Racun dari rokok sangat mempengaruhi elastisitas pembuluh darah sehingga wanita yang merokok harus berkonsultasi dahulu dengan dokter sebelum memutuskan untuk menggunakan kontrasepsi hormonal.

Pada sebagian wanita di atas usia 35 tahun, sudah mulai ada kecenderungan untuk terkena berbagai penyakit degeneratif seperti kencing manis, kadar kolesterol darah yang tinggi, ataupun darah tinggi, sehingga bila akan menggunakan kontrasepsi hormonal diharapkan dapat dilakukan pemeriksaan terlebih dahulu oleh dokter

Atasi Kecemburuan dengan Santai

Lingkungan sosial memang tak selalu menyenangkan. Terkadang orang-orang terdekat Anda justru menyimpan rasa iri dan cemburu. Hal tersebut mengakibatkan perasaan serta emosi Anda terganggu. Bagaimana cara mengatasinya? Ini dia!

1. Yang harus Anda yakini, rasa iri dan cemburu orang-orang sekitar belum tentu karena kesalahan yang Anda perbuat. Jangan menghabiskan waktu untuk mencari kesalahan apalagi menarik diri dari lingkungan sosial. Hal tersebut hanya merugikan Anda.

2. Jangan terlalu dimasukkan ke hati apapun yang dikatakan atau dilakukan orang yang iri terhadap Anda. Jangan juga melawan kemarahan mereka dengan kemarahan juga.

3. Tetaplah bersikap baik terhadap orang-orang yang menyimpan rasa iri terhadap Anda. Tunjukkan bahwa kepribadian Anda tak sesuai dengan yang mereka pikirkan. Tunjukkan bahwa pikiran mereka selama ini terhadap Anda salah.

4. Jika memang orang-orang itu benar-benar tak bisa berbaik hati dengan Anda, jangan terlalu dipikirkan. Tak selamanya semua orang bisa menyukai Anda, terimalah keadaan itu.

5. Jadikan pengalaman ini sebagai pelajaran untuk membuat pribadi Anda lebih baik. Jadikan ini sebagai bahan introspeksi diri.

Cegah Diare? Minum Madu Saja!

Pola makan yang kacau dan gemar menyantap makanan kaki lima pasti sudah pernah Anda rasakan. Efeknya, terkadang penyakit diare menyerang. Untuk mencegah diare datang, cukup minum madu saja!

Dr. Paulus H. S. Kwakman dari Akademi Medical Center, Amsterdam, Belanda yang dikutip detikhot dari Reuters, Kamis (12/5/2008) mengatakan bahwa madu memiliki manfaat yang tinggi bagi dunia medis.

Madu disebut-sebut dapat mengatasi berbagai infeksi yang disebabkan oleh bakteri atau mikroba. Cairan dari lebah itu juga dapat dijadikan antibiotik yang ampuh melawan berbagai serangan penyakit.

Dr. Paulus dan tim menemukan bahwa madu dapat membunuh berbagai bakteri termasuk Staphylococcus Aureus, yaitu bakteri yang menyebabkan infeksi yang parah di kulit tubuh, tulang bahkan paru-paru. Bakteri ini tidak mempan dengan obat-obatan seperti antibiotik. Namun dengan madu, bakteri ini lumpuh hanya dalam waktu 24 jam.

Bakteri lain yang dapat diatasi dengan madu adalah E. coli, yaitu bakteri yang menyebabkan infeksi pada saluran pencernaan, seperti diare atau muntaber. Dengan madu, bakteri ini pun dapat lumpuh hanya dalam waktu 24 jam.

Luka bakar dan berbagai penyakit kulit juga dapat diatasi dengan madu. Secara cepat, madu dapat memperbaiki jaringan kulit yang rusak.

Pria Telanjang Tidak Menggairahkan!

Ternyata tubuh laki-laki telanjang tak cukup menggairahkan bagi kaum perempuan. Menurut penelitian, perempuan justru lebih suka melihat tubuh perempuan seksi.

Tubuh laki-laki berotot, telanjang dada, atau malah telanjang ternyata tidak masuk daftar teratas hal yang dapat membuat perempuan bergairah. Hal itu dibuktikan lewat penelitian yang dilakukan oleh Dr. Chivers dan tim dari Universitas Toronto Amerika Serikat yang dikutip detikhot dari New York Times, Rabu (18/6/2008).

Hasil dari penelitian Dr. Chivers dan tim menunjukkan bahwa tekanan darah dan denyut jantung perempuan heteroseksual meningkat ketika melihat gambar perempuan yang seksi dibandingkan gambar laki-laki telanjang.

Dalam penelitian tersebut terungkap ternyata bagi perempuan, jenis kelamin tidak terlalu penting. Yang dapat membangkitkan gairah mereka adalah aktifitas yang dilakukan oleh obyek yang dilihat.

Misalnya, perempuan akan lebih bergairah melihat foto perempuan berpose seksi dibandingkan dengan melihat foto laki-laki telanjang dada yang tengah berjalan di tepi pantai.

Jadi jangan cepat puas dengan bentuk badan Anda. Aktifitas dan perilakulah yang justru dapat membangkitkan gairah pasangan.

Libido Turun? Matikan Lampu!

Ternyata kadar penerangan ruangan bercinta dapat mempengaruhi libido perempuan. Sebuah penelitian membuktikan, semakin gelap ruangan, libido perempuan akan semakin tinggi.

Dari survei online yang dilakukan oleh sebuah slimming center terhadap 800 perempuan, 73 persen dari mereka menyatakan bahwa mereka merasa malu untuk disentuh atau dilihat oleh pasangan mereka jika lampu menyala saat melakukan hubungan seks.

Ternyata rasa malu itu timbul karena perempuan tidak percaya diri akan bentuk tubuhnya. Para perempuan yang disurvei mengaku kelebihan berat badan membuat mereka merasa tidak percaya diri dalam melakukan hubungan seks, demikian kutip detikhot dari News.com.au, Senin (16/6/2008). Namun ketika lampu dimatikan rasa malu dan kurang percaya diri itu menjadi menghilang.

Hasil survei itu juga menunjukkan bahwa 69 persen perempuan yang disurvei merasa kehilangan keinginan untuk melakukan hubungan seks ketika berat badan mereka bertambah.

Untuk mengatasinya, Amy Smith, juru bicara dari slimming center tersebut menghimbau para perempuan untuk menetapkan pola makan dan gaya hidup sehat. Sehingga selain kesehatan dan berat badan yang terjaga, hubungan dengan pasangan pun tetap lancar.

Muka Masam? Mungkin Otot Wajah Masalahnya!

Pasti Anda penah melihat ekspresi yang tidak menyenangkan di wajah seseorang. Ternyata belum tentu perasaan masalahnya, mungkin saja itu karena otot wajahnya.

Sebuah penelitian dilakukan oleh Dr. Bridget Waller dan tim dari Universitas Portsmouth, Ohio, Amerika Serikat. Mereka meneliti mengenai beberapa ekspresi emosional di wajah seseorang. Demikian seperti dikutip detikhot dari Health24, Kamis (19/6/2008).

Dalam penelitian terungkap, rata-rata ketika seseorang melakukan ekspresi emosional, otot wajah yang terpakai adalah sekitar 19. Namun ada juga beberapa orang yang tidak sampai menggerakkan 19 otot wajah.

Hal itu menjelaskan mengapa ada sebagian orang yang ekspresi wajahnya selalu datar dan tidak banyak berubah. Namun lebih lanjut Dr. Bridget Waller juga menjelaskan kalau ekspresi wajah itu bisa dilatih.

Jadi bagi Anda yang ingin menjadi aktor atau aktris namun susah mengubah ekspresi wajah tidak perlu khawatir. Kuncinya harus lebih sering melatih ekspresi wajah di depan cermin!

13 Langkah Panjang Umur

Ternyata ada banyak jalan menuju panjang umur. Tak hanya soal mengkonsumsi makanan dan minuman bergizi, Anda juga harus memperhatikan persahabatan yang telah dibina selama ini. Loh?

Dikutip detikhot dari Ehow, Jumat (20/6/2008) ada 13 cara menuju panjang umur. Di antaranya adalah masalah persahabatan yang harus diseleksi.

1. Minum lebih banyak air. Terbukti bahwa meminum lebih banyak air mineral akan membuat tubuh tidak dehidrasi. Juga dengan menambahkan lebih banyak air ke dalam tubuh, kulit akan terlihat lebih sehat dan muda.

2. Konsumsi lebih banyak buah beri. Buah beri seperti strawberries, blueberries, cranberries dan raspberries juga baik untuk antioksidan. Buah beri bisa meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Ini bisa membantu menghambat stroke, penuaan dan kanker serta mempertajam ingatan.

3. Turunkan kadar gula dan karbohidrat dalam makanan dan minuman Anda. Jika Anda berhasil dapatkan tambahan usia satu tahun! Cara ini juga bisa mengurangi risiko sakit mental seperti depresi dan kekhawatiran berlebih.

4. Usahakan untuk tidur siang berkualitas. Siapa bilang tidur siang hanya untuk anak kecil, orang menjadi sibuk dan lupa untuk menyeimbangkan kesegaran tubuhnya di siang hari. Lebih baik Anda mencuri waktu untuk tidur di jam istirahat. Tak perlu lama-lama, cukup 20 hingga 30 menit saja. Ini bisa membantu menyegarkan tubuh dan mengatasi stres.

5. Jangan lupa merapikan rumah. Menyapu, mencuci piring atau sekedar merapikan ruang keluarga Anda ternyata berpengaruh besar terhadap kesehatan. Bersihkan rumah selama 30 menit akan membakar 150 kalori dan menurunkan tekanan darah. Masalah tekanan darah ini juga bisa memperpanjang hidup Anda. Dan untuk pria, ini adalah cara yang baik untuk membuat hubungan rumah tangga dengan istri makin mesra.

6. Berpikir positif. Orang yang kerap berpikiran negatif biasanya mudah terserang penyakit jantung, stroke dan lainnya. Kadang ada pentingnya Anda tak terlalu membebankan semua masalah di pundak sendiri dan bagaimana caranya Anda bisa berbagi dengan orang lain.

7. Belajar tertawa. Tertawa bisa membantu Anda merasa lebih baik dalam menjalani hidup.

8. Dilarang menelepon sambil menyetir. Terbukti, berbicara dengan ponsel sambil menyetir sering menyebabkan kecelakaan kendaraan bermotor. Jadi mengapa terus mempertahankan aktivitas yang sekiranya bisa membunuh Anda. Dengan menghilangkan hal tersebut, artinya Anda lagi-lagi menambah usia Anda.

9. Berakhir pekan romantis. Coba habiskan akhir pekan Anda untuk berlibur. Ini bisa menyegarkan otak dan tubuh. Berbag waktu romantis bersama seserang yang Anda sayangi adalah hadiah paling berharga.

10. Imbangi buah dan sayur dengan daging. Kebiasaan macam ini bisa membantu kesehatan tubuh. Makan buah dan sayuran, segera usia Anda bertambah.

11. Gerakan tubuh Anda. Jangan terlalu memanjakan tubuh. Sedikit olahraga tak ada salahnya. Misalnya jogging atau biasakan jalan menuju tempat parkir bisa berpengaruh besar. Setelah makan malam, gerakan tubuh dengan berjalan. Lakukan secara rutin.

12. Bergabung dalam kegiatan amal. Seseorang yang merasa dirinya berguna dan penting pasti punya tujuan hidup yang lebih jelas. Hal positif ini tentu saja bisa membuat tubuh bersemangat, bahagia dan panjang umur.

13. Re-evaluasi dan tinggalkan persahabatan yang merugikan. Hati-hati tak selamanya persahabatan menguntungkan. Beberapa hubungan ada yang tak sehat dan tak produktif. Ini akan membuat Anda menjadi orang yang senantiasa stres berkepanjangan. Ingatlah, betapa pentingnya menyadari tipe hubungan seperti apa yang tak bisa ditolong dan diperbaiki dan tentukan kapan waktu Anda untuk bergerak dan meninggalkan mereka.

Bikini Sulap Pria jadi Bodoh

Bikini ternyata jadi sihir tersendiri bagi pria. Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa pria menjadi bodoh ketika melihat para perempuan mengenakan bikini.

Yang dimaksud bodoh adalah setelah melihat perempuan seksi berbikini, pria tak bisa berpikir jernih selama sesaat. Walaupun sifatnya hanya sementara, namun efeknya cukup fatal.

Penelitian itu dilakukan oleh para peneliti asal Belgia terhadap 358 pria. Dikutip detikhot dari MSNBC, Jumat (20/6/2008), para pria itu bagi menjadi dua. Kelompok pertama disodori gambar-gambar perempuan seksi berbikini dan video perempuan berbikini. Sedangkan kelompok yang lain disodori gambar pria-pria memakai T-shirt di pinggir pantai.

Setelah itu kedua kelompok tersebut ditawarkan imbalan 15 Euro yang diberikan segera atau melakukan penawaran untuk mendapatkan imbalan yang lebih besar namun imbalannya tak segera dibayarkan.

Pria pada kelompok pertama lebih banyak untuk memilih segera mengambil imbalan 15 Euro mereka. Sedangkan pria yang melihat gambar laki-laki berpakaian lengkap mayoritas memilih untuk melakukan penawaran dan mendapat imbalan 5-10 Euro lebih banyak.

Para peneliti menyimpulkan, gambar seksi perempuan berbikini itu membuat emosi pria-pria menjadi tidak stabil. Alhasil mereka tidak berpikir panjang dan terburu-buru mengambil keputusan.

18 Jenis Tanaman Obat Turunkan Kesuburan Pria

Sejumlah 18 jenis tanaman obat di Indonesia berpotensi menurunkan kesuburan atau antifertilitas pria. Dengan pengujian lebih lanjut, tanaman obat itu bisa menjadi alternatif alat kontrasepsi pria.

Kepala Sentra Pengembangan dan Penerapan Pengobatan Tradisional (SP3T), dr Azwar Agoes, mengemukakan hal itu dalam Pertemuan Ilmiah Tahunan Perkumpulan Andrologi dan Perhimpunan Dokter Spesialis Andrologi Indonesia, Sabtu (22/4).

Ke-18 jenis tanaman obat tersebut, di antaranya bunga kembang sepatu (Hibiscus Rosa-sinensis L), pare (Momordica charantia), biji papaya (Carica papaya), kunyit (Curcuma domestica), dan biji oyong (Luffa acutangula Roxb.)

Selain itu, daun manggis (Garcinia mengostana), tapak dara (Catharantus roseus), biji kapas (Gossypium hirtusum), cantel (Andropogon sorghum), sitawar (Costus speciosus), dan gandarusa (Justicia gandarussa).

Uji coba pada tikus dan kelinci jantan oleh sejumlah peneliti di Indonesia, membuktikan bahwa 18 jenis tanaman itu berkhasiat menurunkan kesuburan.

Menurut mantan dosen Fakultas Kedokteran Unsri itu, ke-18 tanaman itu menghambat pertumbuhan spermatozoa (spermatogenesis), menggagalkan pematangan sperma, menghambat transportasi sperma melalui degenerasi saluran sperma, dan menghalangi penyimpanan spermatozoa. Ekstrak tanaman pare,, mengandung senyawa sitotoksik seperti saponin triterpen dan cucurbitacin, yang dapat menurunkan kualitas dan jumlah sel sperma pada tikus jantan. Tapak dara punya efek menghambat proses pematangan sperma.