Pages

Subscribe:

Tepatkah Waktu Bercinta Anda?

1. Di bulan puasa, biasanya Anda berdua memilih waktu:

a. Yang membuat kami nyaman dan tidak terburu-buru, selain juga tidak mengganggu ritual ibadah.

b. Jika ada waktu, kapan pun dan sesedikit apa pun, kami langsung memanfaatkannya untuk bercinta.

c. Bercinta di bulan puasa? Jarang tuh, selain capek kami juga lebih konsentrasi pada ritual ibadah.



2. Anda baru pulang bekerja pukul 23.00, lalu pasangan mengajak berintim-intim, reaksi Anda:

a. Segera menolaknya dan mengatakan, badan lelah dan empat jam lagi harus menyiapkan santap sahur.

b. Langsung melayaninya.

c. Minta istirahat sebentar. Setelah segar kembali langsung mengatakan, "Ya... ya... ya...!"



3. Waktu menunjukkan pukul 17.00, telepon Anda tiba-tiba berdering, si dia mengajak berbuka bersama di sebuah tempat romantis. Padahal, pekerjaan Anda belum selesai, sikap Anda:

a. Segera menghentikan aktivitas pekerjaan, lalu merancang buka puasa yang menyenangkan buat berdua.

b. Membatalkannya, lalu meminta pasangan mengubah jadwal buka puasa bersama menjadi esok hari.

c. Segera menolaknya karena banyak pekerjaan. Toh, buka bersama bukan hal istimewa.



4. Di Bulan puasa, apakah Anda memiliki jadwal tetap dalam melakukan aktivitas seksual bersama pasangan?

a. Tidak ada, disesuaikan dengan gairah masing-masing.

b. Ya, biasanya saat kami berdua nyaman dan badan bugar.

c. Tidak ada. Kami jarang berintim-intim di bulan puasa.



5. Mana kalimat yang paling tepat buat Anda?

a. Quick sex merupakan solusi seiring dengan keterbatasan waktu di bulan puasa.

b. Kami berdua mengerti, bulan puasa bukan waktu tepat untuk banyak berintim-intim.

c. Selepas melakukan ritual ibadah, tepatnya seusai Tarawih dan sebelum sahur. Waktunya panjang kami pun tidak terburu-buru.



6. Selepas sahur dan mendekati waktu subuh, tiba-tiba pasangan memberi kode untuk berintim-intim. Situasi sangat mendukung karena anak-anak sedang menginap di rumah pamannya, sikap Anda:

a. Menolak dengan halus karena khawatir terburu-buru dan tidak dapat berkonsentrasi. Bukankah beduk subuh sebentar lagi berbunyi?

b. Segera memarahi pasangan karena dianggap tidak tahu waktu.

c. Dengan semangat 45 langsung mengiyakan. Bukankah seks terburu-buru justru sangat menggairahkan?

7. Apakah Anda merupakan tipe yang sulit menolak keinginan pasangan untuk berintim-intim?

a. Ya. Meski terpaksa, saya tidak mau mengecewakan pasangan.

b. Ya, tapi saya tidak terlalu memaksakan, juga meminta pengertian jika kondisi badan benar-benar letih atau tidak bisa menunda pekerjaan penting.

c. Tidak. Bukankah istri juga berhak menolak?



8. Apakah banyaknya ritual ibadah mengganggu kehidupan seksual Anda di bulan puasa?

a. Ya

b. Tidak

c. Kadang-kadang



9. Kondisi tepat untuk bercinta:

a. Di saat tubuh bugar, cukup istirahat, dan tidak mengganggu ritual ibadah.

b. Kapan pun selama pasangan mau.

c. Tergantung mood pasangan.



10. Apa yang dilakukan jika Anda merasakan waktu yang dipilih pasangan tidak tepat?

a. Membiarkannya, toh saya tidak dapat menolak.

b. Menolaknya dengan halus tanpa menghilangkan kemesraan dengan pasangan.

c. Memasang muka dingin dan cuek, toh dia akan mengerti sendiri.



PEROLEHAN



1. A = 3 B = 2 C = 0

2. A = 1 B = 2 C = 3

3. A = 3 B = 2 C = 0

4. A = 2 B = 3 C = 1

5. A = 2 B = 0 C = 3

6. A = 3 B = 0 C = 2

7. A = 2 B = 3 C = 1

8. A = 0 B = 3 C = 2

9. A = 3 B = 2 C = 1

10. A = 2 B = 3 C = 0



Hasil:



20–30

Bagi Anda, kepuasan bercinta untuk berdua adalah hal utama. Bulan puasa tidak membuat Anda puasa bercinta. Anda juga begitu cermat memilih waktu tepat bercinta di bulan puasa. Puasa dan ibadah ritual lancar, aktivitas bercinta pun tetap oke.



10-20

Puasa tidak mengganggu aktivitas Anda berintim-intim. Sayang, waktu yang dipilih kadang kurang tepat. Setelah berbuka, misalnya, dapat membuat aktivitas bercinta tidak nyaman karena perut masih penuh setelah berbuka. Demikian juga bila mendekati sahur, dimana ibadah puasa Anda bisa terganggu gara-gara kebablasan bercinta. Quick sex memang menyenangkan, tapi sebaiknya jangan terlalu sering karena dapat mengecewakan pasangan.





Menurut Anda, bulan puasa berarti juga puasa bercinta, sehingga Anda pun membatasi bahkan menghindari aktivitas seks. Anda juga cukup kaku dalam melakukan aktivitas bercinta, yang harus serbaterjadwal dan mengikuti mood pasangan. Saran kami, bersikaplah lebih fleksibel. Kasihan si dia lo!