Pages

Subscribe:
Tampilkan postingan dengan label Ibu dan Anak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ibu dan Anak. Tampilkan semua postingan

Ratusan Bakteri Baik Ditemukan “Hidup” dalam ASI

Apakah Anda tahu? Air Susu Ibu (ASI) ternyata menjadi tempat pertama bagi seorang bayi untuk melakukan kontak dengan organisme yang sangat bermanfaat bagi tubuhnya.

700 Bakteri Baik Ditemukan Hidup dalam ASI
Menurut temuan para ilmuwan, ASI mengandung 700 jenis bakteri baik lebih banyak dari yang semula diperkirakan. Peran pasti bakteri tersebut memang belum jelas, tetapi keragaman mikroba berdampak positif karena akan membantu bayi mencerna susu hingga meningkatkan kekebalan tubuhnya.

Mikroba dalam ASI telah dipetakan oleh para peneliti menggunakan teknik peruntunan DNA yang dikenal dengan pyrosequencing. Lewat teknik ini para ilmuwan bisa mengenali berbagai jenis bakteri dengan melihat variasi DNA-nya.

Para peneliti menguji contoh kolostrum (ASI pertama yang keluar setelah melahirkan), dan contoh ASI pada bulan pertama hingga keenam pasca persalinan. Pada beberapa sampel dikenali bakteri yang biasa terdapat di mulut seperti Veillonella, Leptortrichia, dan Prevotella.

“Kami belum bisa menentukan apakah bakteri ini berkoloni di mulut bayi atau bakteri oral dari bayi masuk ke ASI sehingga mengubah komposisinya,” kata Maria Carmen Collado, peneliti Spanyol yang melakukan riset ini, seperti dikutip dari National Geographic Indonesia.

Penemuan lain yang dihasilkan adalah bahwa ASI juga dipengaruhi oleh berat badan ibu dan cara persalinan. Ibu yang melahirkan lewat operasi caesar memiliki keragaman bakteri lebih sedikit dibanding yang melahirkan secara normal.

“Jika bakteri yang berada dalam ASI ternyata sangat penting untuk kekebalan tubuh, maka penambahannya dalam susu formula mungkin akan menurunkan risiko alergi, asma, dan penyakit autoimun,” kata peneliti.

Sementara itu, pengembangan penelitian selanjutnya akan berfokus untuk menemukan strategi nutrisi bagi bayi yang tidak bisa mendapat ASI. Karena sampai saat ini belum ada susu formula yang bisa menyamai ASI. (jay)

Televisi Dapat Memperbaiki Perilaku Anak


Televisi berpengaruh besar terhadap anak-anak. Mereka kebanyakan meniru perilaku yang mereka lihat di layar televisi, baik atau buruk. Mengganti saluran televisi dari acara kekerasan ke acara pendidikan dapat memperbaiki perilaku anak-anak prasekolah. Studi terkini yang diterbitkan di jurnal Pediatrics menyebutkan bahwa daripada mencoba untuk membatasi menonton televisi, yang terbaik adalah mengganti saluran televisi ke acara yang mendorong perilaku positif.

“Solusinya bukan hanya mematikan televisi, tetapi juga mengubah saluran. Apa yang anak-anak tonton sama pentingnya dengan berapa banyak mereka menonton,” kata Dr Dimitri Christakis, seorang dokter anak dan peneliti di Seattle Children Research Institute.

Penelitian ini melibatkan 565 orangtua di Seattle, yang secara berkala mengisi buku harian menonton TV dan kuesioner yang mengidentifikasi perilaku anak mereka. Setengah orangtua selama enam bulan hanya membolehkan anak-anak mereka yang berusia 3-5 tahun untuk menonton acara seperti “Sesame Street” dan “Dora the Explorer” yang mengajarkan sikap pro-sosial dan pelajaran hidup, daripada program yang sarat kekerasan seperti “Power Rangers.” Hasilnya dibandingkan dengan setengah anak-anak pada kelompok kontrol yang tidak mendapatkan intervensi apa pun.

Perilaku lebih positif

Dibandingkan dengan pada kelompok kontrol, anak-anak pada kelompok intervensi menghabiskan lebih sedikit waktu menonton acara kekerasan setelah 6 dan 12 bulan dibandingkan pada awal penelitian. Sebelum penelitian, anak-anak itu rata-rata menghabiskan 1 1/2 jam setiap hari di depan TV, video dan permainan komputer yang seperempat kontennya mengandung kekerasan.

Dalam enam bulan, anak-anak di kedua kelompok menunjukkan perilaku positif, namun skor pada kelompok intervensi 2,11 poin lebih tinggi daripada kelompok kontrol, yang menunjukkan adanya penurunan agresi dan peningkatan perilaku pro-sosial. Hal ini menunjukkan bahwa intervensi itu berdampak positif terhadap perilaku anak-anak.

“Ini penting karena anak-anak berada pada risiko terbesar, baik untuk menjadi pelaku agresi, maupun menjadi korban agresi dalam kehidupan nyata,” kata Christakis.
Penelitian ini memiliki kelemahan karena para orangtua tidak diberitahu tujuan penelitian, tetapi penulis mengakui bahwa hal itu agar mereka tidak melakukan sesuatu yang mungkin memengaruhi hasil.

Tidak berlebihan

Namun demikian, orangtua tetap perlu memahami potensi risiko kesehatan yang terkait dengan menonton televisi berlebihan pada anak-anak. Sebuah studi sebelumnya yang diterbitkan dalam International Journal of Behavioral Nutrition and Physical Activity, telah menemukan bahwa kebugaran otot anak-anak berkurang pada setiap jam yang dihabiskan di depan televisi dan lingkar pinggang mereka menjadi lebih besar dari rata-rata ketika mereka mencapai usia remaja, yang berpotensi risiko kesehatan di masa dewasa mereka. Menurut rekomendasi American Academy of Pediatrics, anak-anak di bawah usia dua tahun tidak boleh menonton televisi lebih dari dua jam sehari.

Sumber:  Modifying Media Content for Preschool Children: A Randomized Controlled Trial, Pediatrics, 18 Feb 2013.

Menghilangkan Rasa Takut pada Anak

RASA takut yang dialami anak adalah hal biasa. Namun, ada baiknya Anda membantu mengatasinya agar ketakutan tersebut tak berlanjut menjadi fobia.

Merasa cemas dalam situasi tertentu yang tidak nyaman, tentu tidak pernah menyenangkan. Namun, ketakutan sebenarnya merupakan suatu keadaan alamiah yang membantu individu melindungi dirinya dari suatu bahaya, sekaligus memberi pengalaman baru. Bahkan, pada anak-anak, perasaan seperti ini tidak hanya normal, tetapi juga sangat dibutuhkan.

Merasakan dan mengatasi rasa cemas dapat membantu anak-anak mempersiapkan diri untuk menghadapi pengalaman-pengalaman yang membingungkan dan situasi yang menantang dalam kehidupan. Memiliki ketakutan dan kecemasan terhadap hal-hal tertentu sebenarnya bisa membantu untuk menjaga tingkah lakunya. Contohnya, seorang anak dengan ketakutannya terhadap api akan membuatnya menghindari bermain dengan korek api.

Ironisnya, ketakutan pada anak justru muncul karena “ditularkan” orangtuanya. Karena takut pada sesuatu atau kondisi tertentu, tanpa sadar orangtua akan melarang anak dengan cara menakut-nakutinya. Misalnya, “Awas ada kucing, nanti kamu dicakar!” Atau “Pokoknya, kalau makannya enggak habis, Mama panggilin dokter biar nyuntik kamu!”.

Memang, metode semacam ini amat tokcer untuk “memaksa” anak mau menuruti keinginan orangtua. Alhasil, anak selalu takut jika melihat bahkan mendengar suara sosok siapa pun atau binatang yang baginya telanjur dianggap menyeramkan. Padahal, sosok ataupun binatang yang selama ini dianggap menakutkan si kecil tersebut, sebetulnya sama sekali tak berbahaya.

Bentuk ekspresi ketakutan itu sendiri bisa macam-macam. Biasanya lewat tangisan, jeritan, bersembunyi, atau tak mau lepas dari orangtuanya. Biasanya, rasa takut ini akan hilang sendirinya seiring berjalannya waktu. Saat anak merasa aman dengan dirinya sendiri ataupun lingkungannya, hilanglah rasa takut tadi. Tentu saja diperlukan dukungan orangtua.

Yang jadi masalah adalah, bilamana rasa takut mengendap dan tak teratasi sehingga berpengaruh pada aktivitas sehari-hari anak. Bahkan, bisa mengarah jadi ketakutan yang bersifat patologis. Malah, bisa berlanjut ke fobia alias ketakutan berlebihan karena pernah mengalami kejadian tertentu atau trauma.

Trauma tersebut dapat berupa psikologis atau fisik. Misalnya gara-gara takut tikus; tiap kali melihat hewan itu, dia akan menjerit ketakutan. Fobia juga mulai setelah adanya tekanan yang umum dalam kehidupan. Sekali fobia telah terjangkit maka dapat menjalar ke pancaindra lainnya.

Jika sampai mengarah pada fobia, kehidupan anak dapat terhambat. Bahkan, apabila terlalu hebat rasa takutnya, si anak tidak dapat berbuat apa pun. Mengapa? Karena bagi sebagian orang, fobia sulit dipahami. Itu sebabnya, hal ini sering dijadikan bulan-bulanan, ejekan, ledekan teman-teman sekitarnya.

“Jika tidak dilakukan terapi dan perawatan intensif, anak-anak yang menderita ketakutan berlebihan ini akan berisiko besar membawanya hingga dewasa kelak,” kata Lena Reuterskiöld, terapis fobia dari The Swedish Research Council.

Objek ketakutan anak itu sendiri dapat dibagi menjadi dua golongan, yaitu ketakutan terhadap suatu benda atau binatang tertentu, misalnya api, kecoa, tikus. Lalu, ketakutan terhadap situasi tertentu. Takut akan tempat terbuka atau takut ketinggian misalnya. Jenis ketakutan terakhir adalah ketakutan terhadap suatu suasana sosial tertentu. Misalnya takut berada di kelas baru.

Untuk mengatasi rasa takut yang berlebihan pada anak, yang harus dilakukan orangtua adalah membangunkan konsep diri anak yang positif sehingga percaya diri sebagai modal untuk memasuki dunia luarnya. Usahakan anak mengenal namanya dengan segala predikat positif yang disandangnya. Beri kesempatan anak berinteraksi dengan dunia luarnya. Libatkan dalam setiap aktivitas sosial yang memungkinkan keterlibatannya, misalnya menghadiri pertemuan keluarga atau belanja di toko.

Tidak kalah penting adalah membangun komunikasi dengan anak selama proses interaksi berlangsung. Orangtua mengenalkan orang-orang, tempat atau suasana yang terjadi selama kegiatan tersebut berlangsung. Menanyakan dan memahami perasaan yang dialami anak selama kegiatan berlangsung. Selain itu, berikan jaminan bahwa lingkungan tempat dia berada sekarang merupakan tempat yang menyenangkan dan dipenuhi orang-orang yang menyenangkan pula.

Sebaiknya Anda juga menanamkan sifat keberanian. Mulailah dengan hal-hal yang kecil. Misalnya mulai membiasakan si kecil ke kamar mandi sendiri. Bila si kecil sudah menginjak usia 3 atau 4 tahun, ada baiknya Anda mulai membiasakan si kecil untuk tidur sendiri. Mematikan lampu saat tidur juga bisa mulai dicoba.

Orangtua juga dapat melakukan sikap empati dan mendukung. Sikap empati dapat ditunjukkan orangtua dengan cara memahami dan memandang hal tersebut dari sudut pandang anak. Bantulah anak memahami apa yang sedang dia alami atau rasakan saat itu.

Berikanlah kesempatan kepada anak untuk membicarakan apa yang sedang dia rasakan atau yang sedang dia alami tersebut. Berikanlah penjelasan dan yakinkanlah secara bijak kepadanya bahwa apa yang ditakutkannya tersebut adalah tidak benar.

Pada saat anak merasa takut, mainan adalah salah satu hal yang dapat menghibur anak tersebut. Ketika anak sakit misalnya, mainan yang mereka sukai dan memadai pula untuk kondisi mereka dapat digunakan sebagai pendamping mereka sehingga ada hiburan yang mereka rasakan. Selain itu, mainan juga dapat mengalihkan perhatian dari stres yang anak alami.

Jika ketakutan anak Anda terlihat berlebihan seperti penyebab stres, ini mungkin adalah sebuah pertanda akan kebutuhan untuk mencari pertolongan dari luar seperti pada konselor, psikiater, atau psikolog.

Para orangtua sebaiknya memperhatikan polanya. Jika insiden ini bisa diselesaikan, jangan membuatnya lebih signifikan lagi dari itu. Akan tetapi, apabila polanya terlihat terus-menerus sama, para orangtua harus melakukan sebuah tindakan. Jika tidak, fobianya akan terus berpengaruh pada sang anak. Hubungilah dokter atau ahli kesehatan mental yang terbiasa bekerja sama dengan anak-anak dan remaja.

Waspadai Rematik pada Anak dan Ibu Hamil

Rheumatoid Arthritis atau dikenal dengan istilah rematik adalah penyakit autoimun yang menyebabkan peradangan pada lapisan sendi. Peradangan menyebabkan “kekeliruan” sehingga jaringan tubuh diserang oleh sistem kekebalan tubuh itu sendiri.

Rematik juga merupakan gangguan kronis. Jadi, meskipun Anda merasakan gejalanya sesekali, penyakit ini dapat memburuk dari waktu ke waktu dan bahkan sulit untuk sembuh.

Biasanya, penyakit ini dialami oleh orang dewasa berusia 30 – 60 tahun atau memiliki riwayat keluarga yang rematik dan kebiasaan merokok. Namun, ada juga beberapa orang yang mengalaminya pada usia yang jauh lebih muda. Misalnya saja pada anak-anak.

Juvenile Rheumatoid Arthritis (JRA) adalah jenis arthritis yang paling umum terjadi pada anak-anak. Seperti halnya orang dewasa, rematik pada anak juga dapat menyebabkan peradangan sendi, kekakuan, dan kerusakan tulang.

Yang lebih parah dari itu semua, rematik dapat mempengaruhi pertumbuhan anak.
JRA juga dikenal sebagai juvenile idiopathic arthritis . Dikatakan "idiopatik" karena memang tidak tidak diketahui penyebabnya.

Pada wanita dewasa, jika sebelumnya ia mengalami rematik, penyakit ini bisa membaik hingga 80 persen selama kehamilan. Namun, rematik bisa kambuh kembali setelah melahirkan.
Hingga kini, bagaimana dan mengapa hal ini bisa terjadi masih belum jelas.

Namun jika Anda memiliki penyakit ini dan berencana ingin hamil, ada baiknya Anda mengkonsultasikannya terlebih dahulu kepada dokter Anda. Dengan begitu dokter bisa menyarankan perawatan dan pengobatan yang aman bagi Anda.

Biasanya bagi wanita yang mengalami hal ini akan mendapatkan perubahan pengobatan saat sebelum hamil dan selama kehamilan.

Cara Menerangkan Haid pada Anak

Satu hari nanti, anak perempuan Anda pasti akan mengalami haid. Yang jadi permasalahannya, apakah Anda akan menerangkan haid pada anak? Atau Anda akan menjelaskan ketika mereka sudah bertanya? Atau Anda lebih memilih diam dan membiarkan anak perempuan Anda menemukan semua jawabannya? Banyak orang tua yang kebingungan menerangkan haid pada anak remajanya. Haid masih dianggap tabu untuk diterangkan pada anak yang belum dianggap cukup usianya. Padahal jika si anak sudah terlanjur haid sebelum diterangkan, anak bisa kalang kabut karena panik.

Menerangkan haid memang harus dilakukan sejak dini, dimana anak belum mendapatkan haid. Hal ini dilakukan agar ketika suatu saat si anak mendapatkan haid dia tetap tenang.  Menerangkan haid pada anak dapat memberikan gambaran mengenai satu periode alamiah yang pasti akan dialami setiap bulannya oleh anak perempuan. Dengan menerangkan pada anak lebih awal, mereka tidak akan kaget saat menemukan bercak merah atau darah di celana mereka. Mereka juga dapat mengambil tindakan yang tepat saat periode itu datang.

Menerangkan haid pada anak tidak sesukar yang dibayangkan, kok. Berikut langkah yang bisa Anda praktikkan dalam menerangkan haid pada anak.
  1. Lebih awal lebih baik
    Bukan berarti saat anak masih balita langsung Anda perkenalkan dengan haid, tapi saat anak mulai memasuki masa pubertas  ada baiknya Anda mulai memperkenalkan apa itu haid. Bila anak perempuan Anda malah bertanya terlebh dahulu sebelum Anda menerangkannya, jangan menghindar. Jawablah pertanyaannya tanpa berusaha menutupinya. Seperti biasa anak memang akan banyak bertanya dan jawaban Anda akan membuatnya semakin memahami haid lebih dalam.
  2. Mudah dipahami
    Gunakanlah cara yang mengasyikkan dalam menerangkan haid pada anak. Anda bisa menggunakan gambar yang berwarna, lalu menceritakan apa yang sebenarnya terjadi dalam tubuh setiap perempuan dan wanita, bagaimana proses haid itu terjadi, mengapa haid harus terjadi pada perempuan, gejala apa yang mengawali haid, apa arti haid pada perempuan, dan sebagainya. Meteri yang perlu diterangkan memang banyak, namun jangan diskusikan semuanya dalam satu waktu. Jangan seolah mengguruinya, namun buatlah seperti Anda sedang bercerita padanya. Jangan gunakan contoh yang terlalu jauh, gunakanlah Anda, ibunya, sebagai contoh. Misalnya, bila Anda hendak memberi contoh menjalani haid, ceritakan bagaimana saat Anda remaja mengalami haid Anda.
  3. Santai
    Carilah momen yang tepat untuk menerangkan haid pada anak agar mereka bisa dan mau mendengarkan dengan saksama. Dengan demikian, mereka akan lebih mudah memahaminya. Duduklah bersamanya, ciptakan suasana yang menyenangkan.
Nah, sudah siap menerangkan haid pada anak? Jangan khawatir dan jangan menganggapnya tabu. Dengan semakin dini menerangkannya justru membuat Anda lebih mudah memandunya untuk tumbuh besar tanpa panik.

sumber : artikelkesehatanwanita.com

Waspadai Efek Samping Penggunaan Dot

klinik kesehatanku
Banyak ibu menyusui belum menyadari bahwa efek samping penggunaan dot bukan hanya membuat bayi berisiko mengalami binggung puting, tetapi juga membuat payudara mereka "kalah" dengan dot, sehingga produksi Air Susu Ibu (ASI) menjadi berkurang.

Demikian disampaikan Ketua Ikatan Konselor Menyusui Indonesia (IKMI) Nia Umar saat acara talkshow di ajang Breastfeeding Fair 2012 yang berlangung di Grand Indonesia Shopping Town – Eastmall Level 2 (Exhibition Hall), Jakarta Jumat, (4/5/2012).

"Ketika bayi menyusu lewat payudara, ia dapat mengatur jumlah susu yang mengalir dari payudara. Tetapi dengan botol, tanpa dihisap pun susu bisa mengalir lebih cepat. Inilah yang membuat bayi akhirnya menolak untuk menyusui lewat payudara ibunya," tuturnya.

Nia mengatakan, penggunaan dot untuk asupan makanan bayi kini sudah menjadi tren atau kebiasaan masyarakat Indonesia. Padahal kata Nia, pada tahun 60-an masyarakat Indonesia adalah masyarakat yang kulturnya menyusui.

Gencarnya iklan dan promosi susu formula yang masuk, memiliki kontribusi dalam mengubah pola pikir dan norma yang selama ini sudah ada di masyarakat, sehingga aktivitas menyusui kalah dengan penggunaan dot atau botol. "Kita bisa perhatikan di mana-mana orang melahirkan dikasih hadiah botol. Padahal belum tentu dia butuh," tegasnya.

Selama menyusui, bayi menggunakan rahang dan bibir untuk memompa dan mencekeram puting, sehingga membantu merangsang produksi ASI. Menyusu langsung dari payudara juga membantu pembentukan rahang dan gigi bayi sesuai dengan pertumbuhan fisiologis mulut.

Tidak semua bayi, kata Nia, akan mengalami bingung puting. Beberapa bayi biasanya tidak memiliki masalah bila harus berganti-ganti menggunakan botol dan payudara. Cara terbaik yang dapat Anda lakukan adalah dengan terus memberikan ASI eksklusif pada bayi sebelum memperkenalkan botol pada 6 minggu pertama.

Berikut ini adalah tanda-tanda yang mungkin menunjukkan bayi Anda sedang bingung puting :

- Bayi menyodorkan lidahnya ke atas selama mengisap dan mendorong payudara keluar dari mulutnya

- Bayi tidak membuka mulut cukup lebar. Akibatnya bayi hanya akan mengisap ujung puting sehingga dapat menyebabkan nyeri puting

- Bayi menjadi rewel dan mudah marah karena ASI tidak mengalir semudah ketika dia menggunakan botol

- Pasokan susu para ibu sering berkurang karena bayi tidak menyusu dengan benar.

sumber : dechacare.com

10 Tanda Anak Anda Punya Otak Cerdas

Hampir semua orang tua mengidamkan punya anak yang pintar dan cerdas. Pagi ini saya sedikit berbagi tips untuk mengenali Ciri Ciri Anak yang Pintar dan Cerdas...

1. Mempertahankan Informasi: Istilah "masuk telinga kiri keluar telinga kanan" nampaknya berlaku bagi kebanyakan anak. Akan tetapi anak yang pintar benar-benar mempertahankan berbagai informasi dan mampu mengingatnya di lain waktu. Sebuah contoh dari National Association of Gifted Children (NAGC) ialah: "Seorang anak berusia enam tahun kembali dari perjalanan museum ruang angkasa dan mereproduksi kembali secara akurat gambar roket ruang angkasa yang telah dilihatnya..
2. Memiliki Ketertarikan Luas: Anak pintar menampilkan minat dalam berbagai topik. Mereka mungkin suka dengan dinosaurus dalam satu bulan, ruang angkasa bulan berikutnya, dan seterusnya.
3. Menulis dan Membaca Lebih Awal: Jika anak anda adalah seseorang yang pintar, dia mungkin dapat membaca dan menulis sangat dini dan tanpa pengajaran formal.
4. Berbakat di Bidang Musik atau Seni: Anak yang menampilkan bakat luar biasa untuk musik dan seni sering dianggap pintar. Anak yang dapat menggambar, bernyanyi dengan sempurna, atau menampilkan bentuk persepsi seni yang tinggi lainnya biasanya masuk dalam kategori anak pintar..
5. Menunjukkan Waktu Konsentrasi Intens: Anak tidak begitu identik dengan rentang perhatian yang panjang, tapi anak pintar mampu memiliki waktu lebih konsentrasi intens..
6. Memiliki Ingatan Baik: Beberapa anak pintar mampu mengingat hal-hal sewaktu mereka lebih kecil. Misalnya, anak berumur dua tahun mungkin ingat dan membawa kembali kejadian ketika dia berusia 18 bulan...
7. Memiliki Kosakata Tinggi: Seorang anak yang terlalu dini untuk berbicara bukan saja merupakan tanda kepintaran, tapi jika anak anda berbicara menggunakan kosakata yang lebih maju dan kalimat-kalimat, maka dia mungkin memang sepintar yang anda bayangkan. Menurut NAGC, "Anak pada usia dua tahun membuat kalimat seperti: 'Ada anjing.' Anak dua tahun yang pintar mungkin akan berkata, 'Ada seekor anjing di belakang rumah dan ia mengendus bunga.'"
8. Memperhatikan Detil: Anak pintar memiliki mata tajam untuk detil. Anak yang lebih tua mungkin ingin tahu rincian spesifik tentang bagaimana segala sesuatu bekerja, sedangkan anak yang lebih muda akan dapat menaruh kembali mainan persis di mana ia mendapatkannya atau memperhatikan jika sesuatu telah dipindahkan dari tempat biasa.
9. Bertindak sebagai Kritikus Sendiri: Pada umumnya anak tidak terlalu khawatir tentang diri mereka sendiri atau orang lain, kecuali teman mereka memiliki sesuatu yang mereka inginkan. Sebaliknya, anak pintar prihatin dengan orang lain, tapi yang paling penting diri mereka sendiri..
10. Memahami Konsep Kompleks: Anak yang sangat pintar memiliki kemampuan untuk memahami konsep yang kompleks, memahami hubungan, dan berpikir abstrak. Mereka mampu memahami masalah secara mendalam dan berpikir tentang solusi...

sumber : diaryeee.blogspot.com

6 Langkah Memperkuat Sistem Kekebalan Tubuh Anak


Balita akan sangat mudah sekali jatuh sakit karena sistem kekebalan tubuhnya belum terbentuk secara sempurna. Sebagai orang tua, Anda harus mengetahui cara untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh anak agar anak tetap sehat.

Anak mudah sekali terpapar bakteri berbahaya atau virus ketika bersentuhan dengan mainan yang kotor atau ketika merangkak di lantai. Tetapi untungnya, sistem kekebalan tubuh anak yang terdiri dari sekelompok antibodi dapat menangkis virus dan bakteri tersebut.

Seperti dilansir whattoexpect, Senin (27/8/12) berikut 6 cara untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh anak:

1. Memberikan ASI eksklusif

Bayi yang mendapatkan air susu ibu, tidak hanya sekedar mendapatkan asupan makanan saja. ASI mengandung antibodi dalam jumlah beasr yang dapat mendukung sistem kekebalan tubuh anak.

2. Pastikan anak memiliki jam tidur yang cukup

Bayi di bawah usia 6 bulan membutuhkan waktu tidur sebanyak 20 jam per hari. Sedangkan balita membutuhkan waktu tidur hingga 13 jam per hari. Jam tidur yang cukup akan membuat sistem kekebalan tubuh anak lebih kuat.

JIka anak terus kesulitan tidur dan kualitas tidurnya terus menurun akan menghambat produksi interleukin-1, protein yang diproduksi oleh sel-sel tertentu yang mencegah kuman penyakit memasuki tubuh melalui kulit.

3. Jangan terlalu berlebihan dalam menjaga kebersihan anak

Sistem kekebalan tubuh anak membutuhkan beberapa paparan bakteri dan virus untuk berlatih memeranginya, dimana hal ini merupakan cara kerja antibodi. Jika Anda terlalu berlebihan dalam menjaga kebersihan anak dengan menggunakan produk antibakteri, hal ini dapat membunuh semua bakteri yang penting bagi ketahanan tubuh.

4. Vaksinasi

Vaksinasi yang diberikan pada anak melalui imunisasi sangat penting untuk melindungi anak dari berbagai penyakit tertentu. Ketika anak mendapatkan vaksinasi, sistem kekebalan tubuhnya menguat dan antibodi siap melindungi tubuh dari virus atau bakteri asing.

Ada banyak sekali jenis vaksinasi yang dapat melindungi terhadap lebih dari selusin penyakit fatal dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh anak.

5. Berikan asupan makanan yang sehat

Pastikan menu makanan yang Anda berikan untuk anak mencakup semua nutrisi yang dibutuhkan untuk perkembangan si kecil. Makanan seperti paprika, ubi, wortel, blueberi dan jeruk yang kaya akan vitamin C dapat meningkatkan kekebalan tubuh.

Untuk tumuh, anak juga membutuhkan protein yang dapat diperoleh dari produk susu dan daging, dan karbohidrat kompleks, dari biji-bijian seperti beras merah dan gandum utuh. Fungsinya untuk membantu menjaga sistem kekebalan tubuh tetap dalam kondisi optimal dan siap untuk membangun pertahanan melawan infeksi.

6. Jauhkan anak dari paparan asap rokok

Asap rokok memiliki sekitar 4.000 bahan kimia yang berbeda yang dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh siapa saja yang menghirupnya. Anak-anak yang terpapar asap rokok lebih rentan terhadap infeksi telinga, batuk, pilek, bronkitis, dan masalah pernapasan lainnya.

Sumber : Linda Mayasari

Melahirkan di dalam air (Water Birth)

Berminat melahirkan dalam air? Tak perlu jauh-jauh ke luar negeri. Di Jakarta sudah ada yang menawarkan fasilitas itu. Seperti apa?
SAKIT! itulah yang ditakutkan kaum perempuan saat melahirkan. Tak heran bila teknik-teknik mengurangi sakit persalinan pun banyak diminati. Mulai persalinan Caesar, memakai bius epidural, hingga hipnobirthing atau melahirkan dengan dihipnotis agar tidak merasa sakit. Dan kini, teknik persalinan yang mulai banyak diminati adalah melahirkan dalam air.

Memang tidak ada teknik persalinan yang mampu menghilangkan rasa sakit hingga seratus persen. Paling cuma 80 persen saja. Tapi, kami ingin memberikan alternatif bagi para ibu yang akan melahirkan dengan mengurangi rasa sakitnya," ujarnya pada Bunda. Dijelaskan Otamar, proses melahirkan dalam air sebenarnya sudah ada sejak lama. Proses itu ditawarkan di Rusia pada l960-an oleh Igor Tjarkovsky. Sesuai perkembangan zaman, model persalinan itu pun terus berkembang ke Amerika Serikat, Eropa, dan Indonesia.

“Di Amerika sendiri melahirkan dalam air nggak begitu gampang diterima. Sebab, tahu sendirilah, mereka punya ego sendiri. Tapi, beberapa rumah sakit di Amerika sudah menggunakan teknik tersebut," ujar dokter yang juga praktik di Metropolitan Medical Center (MMC) itu. Di Indonesia sendiri, melahirkan dalam air mulai .diperkenalkan Oktober 2006 di Sammarie Clinic Healthcare. "Tapi, saya juga nggak tahu apakah ada yang lain. Di Klinik Sammarie sendiri sejak diperkenalkan Oktober 2006 sampai sekarang, sudah menangani sepuluh pasien. Dan yang berencana akan melahirkan dalam air juga masih banyak," papar Otamar.

KEUNTUNGAN

Dijelaskan Otamar dengan melahirkan dalam air pada dasarkan melahirkan secara normal, hanya saja tempatnya dalam air, bukan di tempat tidur. Teknik melahirkan dalam air tidak hanya menguntungkan ibu, tapi juga bayi yang dilahirkannya. Berikut ini keuntungan yang dapat diperoleh.

BAGI IBU
Beberapa keuntungan yang dapat diperoleh ibu yang melahirkan dalam air antara lain:

  • Rasa Sakit Berkurang

Dengan melahirkan dalam air, sakit akibat konstraksi dapat dikurangi hingga 60 persen. Sebab, dalam keadaan mengapung, kontraksi-kontraksi rahim akan lebih efisien, dan sirkulasi darah akan lebih baik. Sehingga, aliran oksigen ke otot-otot rahim akan lebih lancar, rasa sakit yang dialami ibu akan berkurang, dan pasokan oksigen untuk bayi akan lebih banyak.

  • Lebih Nyaman dan Rileks

Dengan berendam dalam air hangat, ibu akan lebih mudah mencari posisi yang dianggap nyaman untuk melahirkan. Si ibu hanya duduk, rileks dalam air sambil membuka kakinya dan tidak harus bergerak atau menarik nafas panjang. Sebab, air dengan sendirinya akan membantu memberikan dorongan tenaga.
“Ibu yang akan melahirkan itukan pasti stres karena sakit yang dirasakannya. Dengan berendam dalam air hangat, rasa stres itu dapat dikurangi, sehingga iya bisa merasa nyaman,” jelas Otamar.

  • Mengurangi Perobekan Perineum

Air hangat menyebabkan perineum (daerah antara vagina sampai anus) menjadi lebih elastis dan rileks. Sehingga mengurangi risiko robeknya jalan lahir dan kebutuhan melakukan episiotomi atau penjahitan.

  • Lebih Konsentrasi

Karena secara fisik lebih rileks, berendam dalam air hangat membuat ibu bisa lebih konsentrasi pada persalinannya.

  • Energi Meningkat

Pada tahap-tahap akhir persalinan, air dipercaya dapat meningkatkan energi ibu.

  • Turunkan Darah Tinggi

Berendam dalam air hangat dapat membantu menurunkan tekanan darah tinggi yang disebabkan oleh kecemasan.

  • Persalinan Lebih Singkat

Dalam berendam dalam air hangat, sirkulasi darah akan lebih baik, sehingga kontraksi rahim juga akan lebih baik. Itu berarti pembukaan jalan lahir akan lebih cepat, sehingga persalinan juga lebih cepat.

BAGI BAYI
Tak hanya ibu yang mendapat keuntungan dari melahirkan dalam air. Bayi yang dilahirkan pun akan mendapat manfaat, seperti:

  • Lebih Merah

Bayi yang dilahirkan dalam air terlihat lebih merah, karena darahnya lebih cukup.

  • Kulitnya Lebih Bersih

Bayi yang dilahirkan dalam air memiliki kulit lebih bersih dan tidak hanya kulit ari. Sebab, lemak-lemaknya akan langsung bersih terkena air hangat.

  • Resiko Cedera Kepala Kecil

Resiko cedera kepala pada bayi yang dilahirkan dalam air, lebih kecil. Sebab, ia akan langsung jatuh ke dalam air dan dengan sendirinya akan mengapung.

  • Lebih Cerdas

Meski belum ada penelitian, menurut Otamar, bayi yang dilahirkan dalm air lebih cerdas. “Bisa jadi itu karena resiko terjadinya cedera kepala pada bayi lebih kecil,” ujar Otamar.

  • Lebih Nyaman

Meski sudah keluar dari rahim ibunya, bayi tetap merasa nyaman, karena ia merasa seperti berada dalam rahim ibunya.
Itu karena ia berada dalam air yang suhunya seperti suhudalam rahim. Itu berarti stres yang mungkin dialami bayi juga bisa dikurangi.

  • Resiko Keracunan Ketuban Lebih Kecil

Resiko bayi keracunan dari ketuban lebih kecil, karena air ketuban yang keluar langsung bercampur dengan air kolam.

  • Lebih Suka Air

Karena dilahirkan dalam air, bayi lebih sensitif terhadap air. Sebab, dalam memorinya sudah tersimpan dalam air.

Apakah bayi tak Tersedak Air?

"APAKAH bayi yang dilahirkan dalam air tidak akan tersedak air karena rnenangis'? Begitu pasti pertanyaan yang ada dalam benak para ibu. Menanggapi pertanyaan seperti itu, dr Otamar Samsudin SpOG dengan tegas menjawab, ''Tidak!".

"Dari sepuluh pasien yang saya tangani, tak pernah ada kasus bayi tersedak karena minum air. Dan yang perlu dipahami, bayi tidak akan mengisap udara, kecuali tali pusarnya sudah dipotong. Selama bayi masih terhubung dengan tali pusar, bayi akan menerima pasokan oksigen dari ibunya melalui tali pusar,” jelas Otamar.

Ditambahkannya, pada dasarnya bayi yang baru dilahirkan akan Iangsung menangis bila:

  • Terjadi perubahan suasana.
  • Terjadi perubahan suhu air.
  • Ari-ari terlepas atau terputusnya hubungan antara bayi dan ibunya (tali pusar terputus).

Namun, untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, kata Otamar, dokter spesialis anak juga harus siap sedia. Dengan begitu, "Ada tidaknya air yang masuk atau ada-tidaknya gangguan lainnya bisa langsung dideteksi dan segera diatasi dengan baik,” ujar Otamar.

PROSES

Seperti dikatakan Otamar, proses persalinan dalam air pada dasarnya seperti persalinan biasa. Karena itu, jangan membayangkan bahwa melahirkan dalam air itu rumit. Adapun tahapan proses persiapan hingga ibu melahirkan dalam air, menurut Otamar, adalah sebagai berikut:

  • Sterilisasi Kolam

Sebelum digunakan, kolam harus disterilisasi lebih dulu menggunakan desinfektan. Dengan begitu, kolam akan bebas kuman.

  • Pengisian Air

Setelah kolam dianggap bersih, baru diisi dengan air. Air tersebut haru sdisesuaikan dengan suhu tubuh ibu yang akan melahirkan. Itu penting untuk mencegah temperature shock saat bayi keluar dari rahim. Sterilitas air juga harus diperhatikan agar tidak menyebabkan infeksi pada ibu maupun bayi yang dilahirkannya.

  • Ibu Masuk Kolam

Ibu baru boleh masuk ke dalam kolam setelah jalan lahir membuka 5-6 sentimeter. “Itu untuk menghindari agar ibu tidak terlalu lama berada dalam air”, jelas Otamar. Jika ingin tenang menghadapi proses persalinan, sang suami bisa ikut mendampingi.

  • Bayi Lahir

Setelah kurang lebih 1-1,5 jam berendam dalam air, pembukaan biasanya sudah lengkap, sehingga bayi siap lahir. “Biasanya, dengan hanya sedikit tenaga untuk mengejan, bayi sudah keluar. Proses kelahiran bayi ini lebih mudah, karena air mempunyai sifat mendorong,” jelas Otamar. Setelah bayi lahir, ia tidak akan tenggelam, karena waktu dalam rahim pun bayi hidup dalam air ketuban selama sembilan bulan.

  • Bayi Diangkat
Setelah keluar, bayi diangkat dan langsung diberikan pada ibunya untuk mendapat pelukan hangat serta ciuman pertama dari ibunya. Setelah itu, baru pusarnya dipotong dan dibersihkan, dilanjutkan dengan pemeriksaan kesehatannya.

Inseminasi intrauterin buatan suami (IBS)

Inseminasi intrauterin buatan suami adalah tindakan penaburan spermatozoa suami yang sudah terpilih dan tersaring melalui proses di laboratorium, ke dalam rongga rahim istri, di daerah dekat dengan mulut saluran telur.

Spermatozoa dimasukkan dengan bantuan alat khusus melalui vagina, kanal serviks dan menuju ke dalam rongga rahim. Spermatozoa tersebut diharapkan akan menerobos masuk ke dalam saluran telur, kemudian bertemu sel telur matang yang telah menunggu di bagian saluran telur yang melebar (ampula) atau cairan rongga perut (peritoneum). Pembuahan terjadi dalam saluran telur istri atau di dalam cairan peritoneal, kemudian setelah 5-7 hari hasil pembuahan (embrio) tersebut menuju ke rahim untuk menyusuk (implantasi) pada selaput lendir rahim (endometrium). Proses selanjutnya berjalan seperti kehamilan biasa.

Lama tindakan
Tindakan inseminasi membutuhkan waktu sekitar 5-10 menit jam, kemudian berbaring di tempat tidur selama + 1 jam. Tindakan ini tidak memerlukan rawat-inap.

Aturan persiapan untuk pasien:

  1. Untuk istri yang ovulasinya tidak teratur atau pada siklus normal yang waktu ovulasinya perlu diatur akan dilakukan pemicuan ovulasi dengan pemberian obat.
  2. Perkembangan kantong telur (folikel) akan dipantau dengan USG transvaginal, hingga mencapai ukuran sekurang-kurangnya 18 mm (hingga 26 mm).
  3. Bila telah ditemukan satu atau lebih folikel > 18 mm, istri diberi suntikan hCG-b untuk membantu pemecahan kantong telur dan terjadinya ovulasi.
  4. Sehari (antara 24-36 jam) setelah penyuntikan hCG-b, tindakan inseminasi akan dilakukan.
  5. Pada hari yang dijadwalkan, suami diminta untuk mengumpulkan bahan sperma, (dan apabila perlu istri akan diambil darahnya), kemudian bahan sperma akan diproses di Laboratorium Andrologi untuk meningkatkan mutu spermatozoa.
  6. Setelah Laboratorium Andrologi selesai menyiapkan spermatozoa suami, tindakan inseminasi dapat dilakukan.
  7. Setelah tindakan selesai, pasien tetap berbaring di tempat tidur dengan posisi bagian pantat lebih ditinggikan (selama + 1 jam), kemudian pasien boleh pulang.

4 Kunci Perkembangan Otak Anak

PERKEMBANGAN otak akan memengaruhi kecerdasan anak di kemudian hari. Hal yang memengaruhi perkembangan otak anak hingga usia 3 tahun antara lain faktor gen, asupan nutrisi, kasih sayang, dan stimulasi.

Demikian dikatakan Dr Soedjatmiko dalam roadshow seminar "Memaksimalkan Kecerdasan Anak dengan Floor Time" di Balai Kartini, Jakarta, Sabtu (24/1).

Menurut Soedjatmiko, faktor gen dari orangtua memang sudah tak bisa diubah. "Ini sudah tak bisa diganggu gugat, misal orang tua cerdas, maka faktor gen akan menurun ke anak," jelasnya.

Adapun penambahan nutrisi terhadap bayi akan memberi efek positif bila diberikan sedini mungkin, yakni sekitar 6-12 bulan. "Perkembangan otak bayi setelah dilahirkan lebih penting dalam menentukan IQ anak di kemudian hari dibanding saat di dalam kandungan," tuturnya.

Nutrisi yang terbaik untuk bayi, dikatakan Soedjatmiko, air susu ibu (ASI) mengandung banyak zat yang diperlukan seperti protein dan asam amino, AA-DHA, Gangliosida (GA), kolin, dan zat gizi mikronutrien lainnya.

Di samping nutrisi, stimulasi juga memegang peranan penting dalam memaksimalkan kecerdasan anak. "Stimulasi diperlukan agar hubungan antarsel syaraf otak (sinaps) dapat berkembang karena bila tak distimulasi, sinaps yang jarang atau tak terpakai akan musnah," ucapnya.

Stimulasi ini dapat diterapkan sejak dini, yakni sejak janin masih dalam kandungan hingga umur 2-3 tahun yang dikenal dengan masa keemasan perkembangan otak anak (golden age).
Stimulasi, menurut Soedjatmiko, dapat dilakukan dengan bermain aktif dengan penuh kasih sayang, gembira, dan bebas.

"Faktor kasih sayang ini juga penting karena kedekatan emosional saat orangtua dan anak itu bermain dapat menstimulasi anak untuk berpikir kreatif," jelasnya.

Olahraga Saat Hamil? Kenapa Tidak!

Banyak perempuan yang takut untuk melakukan aktifitas terutama berolahraga, saat hamil dengan alasan menjaga kesehatan janinnya. Apalagi ketika usia kehamilan semakin bertambah, dan bobot tubuh yang semakin berat membuat perempuan menjadi malas bergerak.

Sebaiknya kini tinggalkan kebiasaan itu. Dr. James F. dari dari Universitas Kedokteran Cleveland, Amerika Serikat mengungkapkan bahwa olahraga ternyata baik bagi kesehatan perempuan yang tengah hamil.

Sebuah penelitian dilakukan James terhadap 39 perempuan hamil. Perempuan-perempuan itu biasa berolahraga ketika mereka belum hamil. Sebanyak 20 orang dari mereka tetap menjalankan kebiasaan olahraganya saat hamil. Sedangkan 19 sisanya menghentikan kebiasaan olahraganya saat hamil.

Perempuan yang tetap menjalankan olahraga memiliki tingkat kesehatan 82 persen saat hamil. Sebaliknya perempuan yang tidak berolahraga tingkat kesehatannya hanya 52 persen.

Dikutip detikhot dari Reuters Health, Selasa (18/11/2008), perempuan yang masih aktif berolahraga saat hamil juga bisa menurunkan berat badannya lebih cepat. Tak hanya itu, detak jantung dan tekanan darah para perempuan tersebut juga menjadi lebih baik.

Tapi yang perlu diingat, kegiatan berolahraga harus dikurangi ketika usia kehamilan mencapai 12 minggu. Olahraga bisa kembali dilakukan secara normal setelah 6 bulan melahirkan.

Cemburuan Berimbas Pada Anak

BANYAK pasangan suami-istri lupa, sifat cemburu, apalagi yang obsesif, bisa berdampak buruk bagi anak-anak. Salah satu yang sering terjadi, anak akan menjadi sasaran pelampiasan kekesalan.

"Akibatnya, anak merasa tak aman. Padahal, itu sesuatu yang sangat fundamental bagi anak," ujar Jacinta F Rini, Msi dari e-psikologi.com.

Anak merasa tak punya basic trust di rumah. "Papa enggak percaya sama Mama. Jangan-jangan, mereka tak percaya juga sama saya." Dalam jangka panjang, anak yang melihat orang tuanya selalu penuh kecurigaan, akan meniru perilaku yang sama. Atau malah sebaliknya, acuh pada perasaan itu.

"Ini juga enggak sehat. Anak akan tumbuh dan belajar, 'Kalau saya mau sukses, saya harus seperti ayah.' Ia akan serap pola ayahnya untuk berelasi dengan orang lain. Terutama pada istri atau pacarnya, karena ia melihat, dengan cara itu, everything is oke." Celaka, kan?

Hamil Kurang Makan Bikin Bayi Obesitas

SEBUAH penelitian mengindikasikan, asupan kalori ibu sepanjang masa kehamilan ternyata berperan penting dalam mempengaruhi kecenderungan sel-sel lemak bayi yang tengah dikandungnya.

Riset terbaru Dr Helen Budge, dari Universitas Nottingham menyimpulkan kurangnya asupan kalori semasa hamil ternyata dapat mengubah perilaku sel-sel lemak bayi setelah dilahirkan.

Dengan menggunakan domba sebagai model penelitian, Budge menemukan sel-sel lemak janin domba yang mendapat asupan kalori terlalu sedikit mengalami peradangan yang cukup parah. Peradangan ini diyakini mampu merusak kemampuan tubuh memetabolisme makanan sehingga menempatkan bayi dalam kelompok risiko tinggi mengalami kegemukan atau obesitas.

Dalam risetnya, Budge juga menemukan buruknya kualitas nutrisi selama kehamilan memicu kerusakan sejenis gen lemak disebut FTO, yang dikaitkan dengan 30 persen peningkatan risiko obesitas.

"Sel-sel lemak awalnya dipekirakan sebagai jaringan yang tidak berdaya, tetapi kami sekarang menemukan bahwa mereka melepaskan hormon-hormon penting dalam metabolisme makanan. Jika kadar dari hormon ini terganggu atau jaringan lemak dirusak oleh peradangan, maka terjadilah peningkatan risiko obesitas," ungkap Dr Budge, saat berbicara di hadapan British Association for the Advancement for Science.

Dr Budge dan timnya memakai domba dalam risetnya karena hewan ini adalah model terbaik bagi obesitas pada manusia. Dengan cara merekayasa asupan kalori dan diet para domba semasa kehamilan, para peneliti dapat memantau perubahan yang terjadi dalam bayi domba setelah lahir.

Dr Budge kini tengah berupaya merintis penelitian guna mengurai secara detil jenis makanan apa yang terbaik bagi wanita hamil sekaligus memberikan modal terbaik bagi bayi di kehidupan awal mereka.

"Apa yang dimakan seorang ibu selama hamil dapat memberi dampak besar bagi kesehatan bayi di kemudian hari. Yang menarik adalah kami tak hanya membicarakan bayi yang kekurangan nutrisi semasa kandungan, tetapi juga mereka yang lahir dengan berat rata-rata normal," ujarnya.

Kendati riset Budge lebih menekankan pada sedikitnya jumlah kalori daat kandungan, banyak riset lainnya menunjukkan bahwa terlalu banyak makan selama hamil juga dapat merugikan bayi dan ibu.

"Nasehat terbaik yang dapat kami tawarkan saat ini bagi para ibu hamil adalah makanlah dengan diet yang sehat dan seimbang," ujarnya.

Berpikir Positif Cegah Kanker Payudara

MERASA bahagia dan selalu berpikir positif adalah salah satu kunci penting dalam menjalani kehidupan. Dengan perasaan optimistis dan bahagia, risiko terserang berbagai penyakit pun dapat ditekan seminimal mungkin.

Pentingnya perasaan positif dan bahagia tercermin dari sebuah riset belum lama ini yang dimuat BioMed Central journal BMC Cancer. Hasil riset mengindikasikan wanita yang bahagia dan berpikir positif cenderung berisiko lebih rendah mengidap penyakit kanker payudara.

Dr Ronit Peled dari Ben-Gurion University of the Negev di Beer Sheva, Israel, dalam hasil risetnya menyatakan bahwa kebahagiaan dan optimisme mampu menekan risiko kanker payudara pada wanita hingga 25 persen. Sedangkan pengalaman atau kejadian traumatis seperti perceraian atau kehilangan seseorang yang dicintai dapat memburuk risiko.

“Kami secara hati-hati dapat menyatakan bahwa mengalami satu atau lebih kejadian menyedihkan adalah sebuah faktor risiko kanker payudara pada wanita muda. Di lain pihak, perasaan akan bahagia dan optimisme dapat memberikan perlindungan. Wanita muda yang mengalami sejumlah pengalaman buruk dalam hidupnya dipertimbangkan sebagai kelompok yang berisiko kanker payudara dan oleh sebab itu harus ditangani,'' ungkap Ronit Peled.

Tetapi Peled menekankan bahwa hasil risetnya jangan diartikan bahwa rasa bahagia dan optimisme menjadi gerbang utama untuk terhindar dari penyakit kanker payudara. "Konsumsi makan yang baik dan aktif secara fisik merupakan faktor yang harus diperhitungkan," tambahnya.

Dr Peled dan timnya meneliti sejumlah faktor yang berkaitan dengan stres psikologis seperti kehilangan orangtua sebelum berusia 20 tahun dan kaitannya dengan risiko kanker.Peled melakukan penelitian ini dilatarbelakangi tingginya faktor risiko kanker payudara yang dialami wanita Israel. Lebih-lebih wanita Israel kerap kerap disebut kelompok dengan risiko tertinggi di dunia dalam hal kanker payudara.

Sebanyak 255 wanita usia 25 - 45 tahun yang terindikasi kanker paru dilibatkan bersama 367 wanita usia sama yang tidak mengalami kanker. Peled dan timnya menanyakan sejumlah hal kepada para wanita seperti pandangan akan masa depan dan pengalaman traumatis akibat penyakit, kehilangan pekerjaan, perceraian hingga kematian.

Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan yang jelas antara cara berpikir wanita dengan risiko mengidap kanker payudara. Mereka yang berpikir optimistis mencatat risiko 25 persen lebih rendah mengidap kanker. Sementra wanita yang mengalami dua atau tiga kejadian atau pengalaman traumatis mengalami peningkatan risiko sebesar 62 persen.

"Ditemukan bahwa perasaaan bahagia dan optimisme memberikan dampak protektif ," ujar peneliti .

Human Papilloma Virus Mengintai Para Wanita

WANITA harus mulai waspada saat ini terutama pada organ alat kelamin. Kini, kanker serviks atau leher rahim merupakan penyebab utama pada kematian karena kanker. Di negara berkembang tingkat kematian sudah mencapai 13,5 persen.

"Menurut data Globocan 2002, terdapat lebih dari 40.000 kasus baru kanker serviks dengan sekitar 22.000 kematian karenanya pada wanita di Asia Tenggara. Ini berarti setiap harinya sekitar 20 wanita Indonesia meninggal karena kanker serviks," ungkap Dr.Dwiani Ocviyanti.Sp.OG dari RS Ciptomangunkusumo, saat seminar mengenai kanker serviks di Restoran Saung Galah, Jakarta, Senin (15/9).

Kanker serviks yang menyerang area bawah rahim, di mana organ tersebut menghubungkan rahim dan vagina, disebabkan oleh serangan Human Papilloma Virus (HPV). HPV sangat mudah menular dan dapat menginfeksi siapa saja yang sudah aktif secara seksual, baik pria atau pun wanita. Gejala yang muncul juga sulit terdeteksi, sehingga orang kadang tidak menyadari kalau kita sudah terinfeksi bahkan sudah menularkannya.

Kanker serviks tidak saja menyerang orang yang telah menikah atau orang senang melakukan hubungan seks. "Orang yang melakukan kontak seks juga berpeluang terkena penyakit ini. Bahkan ketika menggunakan alat mandi secara bergantian. Virus tersebut dapat berta han cukup lama sehingga kebersihan tidak menjamin kita terbebas dari virus ini," tambah Dwiani.

Selain kanker serviks, HPV juga dapat menyebabkan penyakit kutil kelamin (genital wart). Berbeda dengan kanker serviks, kutil kelamin dapat dideteksi secara kasat mata dan dapat menyerang laki-laki. Kutil kelamin menyerang bagian luar alat kelamin. Berbentuk seperti kutil yang kita kenal pada umumnya, namun menyebabkan gatal dan perih.

Ketika mengidap kutil kelamin, kita dapat mengobati dengan mendatangi dokter atau dengan penangan profesional. Walaupun dapat menghilangkan kutil, namun tidak menghilangkan virus HPV karena berada dalam tubuh. Sehingga, dalam beberapa waktu kemudian kutil ini akan muncul setelah perawatan.

Dwiani menambahkan, kanker serviks dan kutil kelamin dapat dicegah secara dini dengan dua cara. Vaksinasi yang dilakukan tiga kali dalam enam bulan sebagai pencegahan primer dan Pap Smear, yaitu mengambil sel dari serviks, kemudian diperiksa dengan mikroskop untuk mengetahui adanya kelainan pada serviks sebagai pencegahan sekunder.

"Pencegahan ini mengurangi tingkat risiko sampai 98 persen, apalagi dilakukan dalam rentang waktu usia 9-26 tahun atau minimal enam bulan sebelum menikah," tambah Dwiani.

Kenali Lebih Dekat Tamu Bulanan Anda

PENGALAMAN kaum wanita tak selalu sama dalam menghadapi menstruasi. Ada yang harus istirahat di rumah karena kesakitan, ada pula yang tidak mengalami apa-apa. Kapan perempuan harus waspada dengan gejala-gejala menstruasi yang sedang dialaminya? Mari kita cermati kuis berikut ini.

Benar atau Salah:
1. Menstruasi yang jarang, sakit, atau banjir adalah hal yang wajar.
2. Stres adalah penyebab pokok semua masalah menstruasi.
3. Mungkin dokter akan menyarankan Anda menaikkan berat badan untuk mendapatkan menstruasi.
4. Minum pil KB dapat membantu meringankan sakit menstruasi.
5. Suplemen asam folat membantu mengatasi masalah menstruasi.

Jawaban:
1. Benar. Ini adalah tiga kategori utama masalah menstruasi. Menstruasi yang jarang adalah amenorrhea. Dimenorrhea adalah istilah untuk menstruasi yang sakit dan menorrhagia adalah banjir saat menstruasi.
2. Benar. Stres dapat menyebabkan menstruasi jadi jarang. Menstruasi sakit dapat disebabkan endometriosis, sejenis infeksi, atau ada sesuatu yang tumbuh di rahim seperti fibroid. Banjir saat menstruasi dapat juga disebabkan oleh ketidakseimbangan hormon atau juga penggunaan IUD untuk mengatur kelahiran.
3. Benar. Jika Anda kekurangan berat badan, dokter mungkin akan menyarankan Anda menaikkan berat badan dan memeliharanya. Perempuan yang kekurangan berat badan atau menderita kelainan makan seperti bulimia seringkali berhenti mendapatkan menstruasi. Pengobatan lain untuk mendapatkan kembali menstruasi adalah mengurangi stres dan mencari penyebab permasalahannya. Juga cari tahu siapa tahu Anda berhenti menstruasi karena sedang hamil atau mendekati masa menopause.
4. Benar. Dokter Anda mungkin akan meresepkan pil KB atau progesteron saja untuk menyeimbangkan hormon dan meredakan nyeri. Pilihan pengobatan lain adalah obat pereda nyeri yang dijual bebas seperti aspirin atau asetaminofen.
5. Salah. Suplemen asam folat bukanlah penyembuh menstruasi yang banyak. Dokter akan merekomendasikan asam folat dan besi untuk wanita yang mengalami masalah ini, tapi juga untuk mengobati atau mencegah anemia yang disebabkan oleh kekurangan darah, terkait dengan banyaknya darah yang keluar saat menstruasi. Dokter akan meresepkan obat untuk memperbaiki keseimbangan hormon. Anda mungkin juga diminta untuk mengurangi aktivitas fisik untuk sementara waktu.

Vaksin MMR Bukan Penyebab Autisme

KEKHAWATIRAN para orangtua akan isu vaksin yang dapat menyebabkan austisme tampaknya akan semakin pudar. Sebuah riset di Amerika Serikat (AS) membuktikan, tidak hubungan sama sekali antara autisme dengan pemberian vaksin MMR (measles, mumps, rubella).

Riset yang telah dipubliskasi Rabu kemarin dalam jurnal Public Library of Science edisi online ini adalah penelitian yang mematahkan riset sebelumnya oleh Dr Andrew Wakefield dari Royal Free Hospital, Inggris. Dalam risetnya yang kemudian ditarik dari jurnal Lancet, Wakefield mengindikasikan adanya kaitan antara vaksin MMR dan autisme.

Para ahli dari Columbia University New York dan Centers for Disease Control (CDC) membantah indikasi riset Wakefield setelah meneliti sinyal-sinyal penanda genetika dari virus measles (campak) pada sampel jaringan usus 25 anak pengidap autisme yang juga menderita gangguan pencernaan.

Mereka membandingkan sampel tersebut dengan 13 anak lainnya yang bukan autis, tapi mengidap gangguan pencernaan. Jaringan ini lalu dianalisa di tiga laboratorium berbeda dengan sistem pemeriksaan acak.

Menurut peneliti, hasil riset ini telah menyediakan bukti kuat yang mematahkan dugaan adanya hubungan autisme dengan virus campak pada saluran pencernaan ataupun paparan MMR. “Kami tak menemukan hubungan antara masa pemberian vaksin MMR dan kejadian penyakit gastrointestinal ataupun autisme,” ungkap pimpinan riset, Dr Mady Hornig.

Di AS sendiri, klaim pengadilan federal telah mempertimbang komplain para orangtua dalam setahun terakhir. CDC mengatakan, kekhawatiran orangtua akan risiko vaksin membuat mereka enggan memberikan vaksin MMR kepada anak sehingga memicu peningkatan kasus campak di AS dan Eropa.

Penyakit campak menyebabkan kematian pada sekurangnya 250.000 orang per tahun, dan korban sebagian besar adalah anak-anak di negara berkembang. Berdasarkan data CDC, satu dari 150 anak di Amerika mengidap autisme.

Hindari Thalasemia, Skrining Pranikah Perlu Dilakukan

Penyakit kelainan darah memerlukan biaya besar untuk mengobatinya. Padahal tidak semua penderita kelainan darah adalah orang yang mampu secara ekonomi. Deteksi dini dengan skrining perlu dilakukan terutama sebelum proses pernikahan terjadi.

Selain skrining pranikah juga perlu pendataan sehingga dapat menghindari kemungkinan lahirnya anak-anak yang menderita thalassemia, kata Prof Dr dr Iskandar Wahidiyat SpA(K) dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia /RSCM Jakarta pada pada seminar Hematologic Diseases di Universitas Katolik Atma Jaya Jakarta, Sabtu (6/9).

Thalassemia adalah kelainan darah karena kurangnya hemoglobin sehingga penderitanya harus melakukan transfusi darah sekali dalam sebulan. Akibat transfusi darah yang berulang, mereka jadi kelebihan zat besi yang bisa menyebabkan kerusakan hati, jantung dan kelenjar hormon. Untuk mengeluarkan zat besi ini, mereka harus melakukan pengobatan melalui suntikan.

Menurut dr Pustika Amalia Wahidayat SpA(K) dari Divisi Hematologi-Onkologi RSCM, obat-obatan oral bagi penderita thalassemia sangat mahal. Dibutuhkan Rp 8,8 juta per bulan per anak. Dan pengobatan itu harus dilakukan seumur hidup.

Suntik pompa kelasi besi (untuk mengeluarkan besi di dalam tubuh penderita thalassemia) harus dilakukan 8-12 jam per hari, 5-7 kali seminggu. Belum ada komitmen pemerintah, padahal 5 persen populasi Indonesia merupakan carier penyakit thalassemia. Penyakit ini bisa dicegah dengan pemeriksaan prenatal, kata Pustika Amalia.

Organ penting

Darah adalah organ yang berfungsi untuk mengangkut oksigen dan nutrisi yang diperlukan oleh sel-sel di seluruh tubuh dimana darah bekerja di dalam sistem kardiovaskuler. Selain itu, darah juga berfungsi di dalam sistem kekebalan serta hemostasis tubuh. Karena itu, berbagai jenis kelainan darah dapat mengganggu fungsi dalam tubuh, misalnya penyakit thalassemia, hemofilia, leukimia dan Idiopatik Trobositopenia Purpura.

Kini diperkirakan lebih dari 2.000 penderita thalassemia baru per tahun di Indonesia. Sampai saat ini thalassemia belum dapat disembuhkan namun diperlukan deteksi dini untuk memperpanjang usia. Thalassemia dapat dicegah dengan dilakukan screening pranikah.

Sedangkan Hemofilia, Prof Dr dr Moeslichan MZ SpA(K) mengatakan bahwa hemofilia adalah penyakit gangguan pembekuan darah. Penyakit ini diturunkan melalui kromosom X secara resesif, karena itu umumnya diidap oleh anak lelaki.

Ada dua bentuk penyakit hemofilia, yaitu hemofilia A apabila terjadi kekurangan faktor pembekuan darah FVIII dan hemofilia B apabila terdapat kekurangan faktor pembekuan darah FIX. Hemofilia A dijumpai satu di antara 10.000 penduduk, hemofilia B dijumpai satu di antara 50.000 penduduk.

Pada saat ini diperkirakan ada sekitar 350.000 penduduk dunia penderita hemofilia. Di antara mereka hanya 30 persen yang memperoleh pengobatan adekuat, sehingga mereka dapat mencapai harapan hidup yang normal.

Biaya kesehatan pengelolaan hemofilia di berbagai dunia tergolong besar. "Sekali suntik dua botol diperlukan biaya Rp 2,5 juta. Padahal suntikan harus dilakukan dua kali per minggunya," kata Moeslichan.

Ia memaparkan, pada tahun 2005 baru berhasil didaftar sebanyak 895 penderita hemofilia di Indonesia dari sekitar 20.000 penderita yang diperkirakan dari 200 juta penduduk Indonesia. Rendahnya pencatatan ini kemungkinan karena sebagian penderita tidak terdiagnosis, sehingga berakibat kematian usia dini. Di samping itu tidak menutup kemungkinan di Indonesia terdapat suatu varian yang sangat ringan sehingga luput dari diagnosis. Karena itu perlu diteliti lebih lanjut.

Wahai Gadis, Waspada Kanker Payudara!

KANKER payudara tidak lagi hanya menjadi momok bagi kaum perempuan berusia di atas 40 tahun. Mereka yang berusia di bawah 30 tahun pun kini menjadi kalangan yang berisiko.

Hal itu dikemukakan ahli kanker, DR Sutjipto Sp.B (K) Onk kepada wartawan, di sela acara talk show "Think Smart, Prevent Early - always Care for Breast Cancer", yang digelar Yayasan Kesehatan Payudara Jakarta di Cilandak Town Square, Jakarta Selatan, Minggu (24/8).

"Sekarang ini banyak penderita kanker payudara berusia muda, bahkan tidak sedikit yang baru berusia 14 tahun," katanya.

Ia mengatakan, berdasarkan laporan Badan Kesehatan Dunia (World Health Organization - WHO), pada 2005 jumlah perempuan penderita kanker payudara mencapai 1.150.000 orang, 700.000 di antaranya tinggal di negara berkembang termasuk Indonesia.

"Yang membuat saya kaget, penyakit ini juga menyerang mereka yang berusia di bawah 30 tahun. Dulu jarang sekali," katanya.

Sehubungan itu, remaja puteri harus mewaspadai penyakit tersebut, apalagi sampai sekarang penyebabnya tidak diketahui secara pasti, kecuali faktor-faktor risikonya.

Menurut Sutjipto, beberapa faktor itu antara lain kebiasaan merokok, termasuk perokok pasif, minuman beralkohol, dan makanan tinggi lemak, juga melahirkan di atas usia 30 tahun. Gejalanya 80 persen ditandai timbulnya benjolan di payudara yang mengeluarkan cairan tidak normal berwarna kemerahan, eksim yang tidak sembuh-sembuh di sekitar puting susu.

Istilah inkubasi tidak dikenal dalam kasus kanker payudara. Sutjipto menjelaskan, kanker payudara terjadi karena adanya perubahan sel normal menjadi tidak normal, dan ini berlangsung selama bertahun-tahun yang disebut biomoleuler.

"Biomolekuler adalah perubahan inti sel menjadi tidak normal yang disebabkan zat radikal bebas. Bila molekul kehilangan elektron, ia akan mencarinya dari sel normal dan akhirnya merusak sel normal tersebut dan membuatnya menjadi sel kanker," paparnya.

Haid lebih cepat
Masa haid yang lebih cepat juga harus diwaspadai sebagai gejala kanker payudara. Paling tidak hal itu dikemukakan oleh bintang film Rima Melati, yang hadir dalam talk show sebagai nara sumber.

"Menstruasi yang terlambat juga merupakan salah satu gejala," kata aktris bernama asli Lintje Tambayong ini.

Ia mengatakan faktor makanan cepat saji (instan) pun merupakan faktor paling tinggi. Mengaku terserang kanker payudara saat berusia 50 tahun, Rima Melati mengatakan dirinya terlambat memeriksakan diri ke dokter dan harus menjalani operasi pengangkatan pada 1990.

Saya diperiksa ketika sudah sampai stadium tinggi, 3B. Tapi dulu kan memang tidak ada informasi sama sekali tentang penyakit ini," katanya.

Karena itu, ia sangat menyarankan kaum remaja puteri saat ini harus meninggalkan gaya hidup tidak sehat seperti kebiasaan merokok. mengonsumsi minuman keras dan makanan lemak tinggi.

"Jadi, segeralah periksakan diri ke dokter bila timbul gejala. Lebih dari itu, jangan menikah di atas usia 30 tahun deh. Udah rugi, berisiko pula," katanya.